Cukup Menjadi Sajak

Jika suatu petang kau mendapatiku datang ke pantai,
tak berarti aku ingin mengabiskan malam dengan menangkap ikan
dan mengambil mutiara dari dalam laut.
Cukuplah bagiku melihat permukaan laut berkilau karena cahaya bulan.

Begitu juga jika suatu saat kau melihatku datang ke sebuah taman,
tak berarti aku ingin memetik kembang sepatu dan menyelipkannya di daun telingaku.
Cukuplah bagiku melihat bunga itu mekar dan memperlihatkan benang sarinya pada dunia.

Sama halnya saat aku membisu karena cuaca terlampau cerah.
Aku tak mau mengusik hujan yang terlelap di dalam awan.
Cukuplah bagiku memandang dari jauh tanpa harus menyentuh.

Tak memiliki adalah kebebasan hakiki.
Aku tak pernah menggenggam senja ataupun bulan, bunga maupun hujan.
Namun aku mencintai mereka dalam jarak yang tak dapat dikerat.
Dan cukup bagiku untuk menjadi sajak yang berdiam dalam sebuah kitab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.