Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Salah Sangka

Ibuku pakai daster seharian Tak sempat mandi apalagi dandan Sepagian sibuk bikin makanan Biar tak ada perut yang kelaparan Ibuku kerjanya lari-lari seharian Dari panci ke cucian Dari cucian ke jemuran Dari jemuran ke halaman Daun-daun mangga berguguran dan berserakan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Hujan Kala Senja

Hujan turun kala senjaMembenamkan matahari ke cakrawalaBiar langit tak terpanggang lama-lama Hujan turun kala senjaMerenggut purnama dari cahayaBiar binasa segala puja Hujan mendamba malamMerindu senyap dalam kelamKetika cuma ia yang bersuaraMenang segala kuasa Dan bintang-bintang disuruh memejamTak boleh jadi saksi … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Cita-cita

Aku ingin menjadi pohon yang berakar kuat‘Kan kuserap air hujan yang meresap ke dalam tanahDan kubiarkan air itu mengalir ke sekujur batang sampai puncak,sampai pucuk,hingga aku bisa bertahan saat musim kemarau tiba Aku ingin menjadi pohon yang berdaun lebat‘Kan kunaungi … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Bocah Hujan

Tak seperti bocah kebanyakan,hujan adalah anak yang mandiri.Setelah dilahirkan awan,ia tidak menangis ataupun minta menyusu.Tidak pula seperti burungyang harus belajar terbang dan diberi makan.

Posted in poem | Leave a comment

Produk Akulturasi

Tahun ini, tepatnya bulan kemarin, genap 12 tahun saya tinggal di Surabaya. Biasanya kalau pulang kampung ke Cicalengka, ada yang bertanya, “betah, nggak, di sana?” Saya tidak bisa jawab “ya” atau “tidak”. Karena, di mana pun saya tinggal, ada plus … Continue reading

Posted in thoughts | Tagged , | Leave a comment