Author Archives: Rie Yanti
Jendela
Aku suka duduk di balik jendela Muslihat kacanya selalu menggoda Apa yang ditayangkannya seolah dapat dijamah Padahal, bau rumput tak dapat dicium dan sejuk gerimis tak dapat diraba Namun jendela memberiku sepasang sayap Untuk terbang menembus atap Menuju kemustahilan yang … Continue reading
Bulan Bersinar karena Matahari
Malam-malam biasanya bulan bernyanyi di jalananBersama lampu-lampu jalan yang menggantung di tiang-tiangSuaranya lembut, bikin hujan mengantuk dan pulang ke awan Bulan juga kerap bertandang ke kebunJalannya berjingkat-jingkat, jarinya membelai daun-daunCahayanya mengejutkan tikus-tikus yang hendak mencuributir-butir tomat dan lembar-lembar sawi
Gerimis
Gerimis pagi ini. Matahari kedinginan. Selimutnya basah. Cahayanya masuk kamarku dengan lemah. Semoga dia tidak sakit flu. Aku juga pernah kehujanan. Mungkin sering. Dari gerimis sampai hujan deras. Yang aku suka, ya, gerimis. Tetesnya tidak menyakiti kepalaku. Gerimis itu seperti … Continue reading
Malam ini, bulan bersinar terang …
… tapi kamu hanyut dalam bukuBerenang bersama huruf-hurufMenyelami palung makna hidupPadahal bulan minta dirayu Sini, kita menulis puisiBiar bulan tak merasa sendiriSesekali, jadilah pujanggaJangan cuma jadi pembaca
ada kalanya
ada kalanya siang tak ingin melakukan apa-apadibiarkannya matahari terikmenyengat daun-daun hingga menjadi kuningdan senja menjadi merah oh, waktu!jangan biarkan siang menjaga jarak dengan malamapalagi, pagi tak memberi harapansiang tak punya alasan untuk bertahan semoga malam mengajari pagi untuk berbagiseperti bulan … Continue reading

