Author Archives: Rie Yanti
Malam ini, bulan bersinar terang …
… tapi kamu hanyut dalam bukuBerenang bersama huruf-hurufMenyelami palung makna hidupPadahal bulan minta dirayu Sini, kita menulis puisiBiar bulan tak merasa sendiriSesekali, jadilah pujanggaJangan cuma jadi pembaca
ada kalanya
ada kalanya siang tak ingin melakukan apa-apadibiarkannya matahari terikmenyengat daun-daun hingga menjadi kuningdan senja menjadi merah oh, waktu!jangan biarkan siang menjaga jarak dengan malamapalagi, pagi tak memberi harapansiang tak punya alasan untuk bertahan semoga malam mengajari pagi untuk berbagiseperti bulan … Continue reading
Membeli Baju
Dia masuk mal ini dengan maksud membeli baju Baju-bajunya di rumah sudah lusuh Tahun baru, waktunya membeli baju baru Didatanginya toko demi toko pakaian Mencari baju yang bagus dan pantas dia kenakan Bukan cuma buat di rumah, tapi juga buat … Continue reading
Kepada Mendung
Awan mendung,Terima kasih tidak menurunkan hujanKugantung kembali payung bututkuKulipat lagi jas hujan lusuhkuKujemur lagi pakaianku yang belum kering Di bawah matahari, kumenyanyi sendiriDi bawah cahaya bulan, kurengkuh kesunyian Di celah tanah kering,kudapati tunas menyelinap ke permukaanBarangkali dulu ada biji rambutan … Continue reading
Hujan Turun sejak Subuh
Hujan turun sejak subuh Matahari ngamuk-ngamuk cahayanya terhalang awan mendung Tapi ia takut petir Pijarnya lebih cepat dan dahsyat Matahari turun dari singgasana Mahkotanya ia serahkan pada hujan Hujan menampik Ia tak suka pakai mahkota Diberikannya mahkota itu pada ilalang … Continue reading

