Di setiap rumah, pasti ada wadah plastik kayak gini. Thinwall. Di rumah saya juga banyak. Plastiknya yang tipis bikin enteng dibawa ke mana-mana. Harganya yang murah bikin nggak hariwang kalau hilang. Kadang kalau ngasih makanan ke orang lain juga bisa pakai wadah thinwall ini biar nggak perlu dibalikin.
Saya nggak pernah sengaja beli wadah thinwall. Dulu memang saya pernah beli tahu susu atau kurma yang dikemas wadah thinwall supaya nggak ada sampah plastik sekali pakai. Dengan seringnya dapat nasi kotak dari masjid atau dikirimi makanan sama saudara atau tetangga, tanpa harus beli pun kotak kayak gini bisa membludak di rumah. Bentuknya juga nggak cuma kotak. Ada juga yang berupa cup. Besar dan kecil.
Wadah thinwall ini stackable alias bisa ditumpuk. Apalagi kalau tutupnya dilepas. Nggak bakalan makan tempat di lemari atau rak. Cuma, kalau wadah dan tutupnya dipisah, biasanya nanti suka bingung menjodohkan mereka lagi. Soalnya wadah thinwall ini walaupun ukurannya kelihatan sama, sebetulnya bisa beda. Tergantung merek atau pabrik yang ngeluarin mereka. Wadah yang bermerek Lux, nggak bakalan cocok dipasangkan sama tutup yang bermerek Klir.






