Category Archives: poem

Melukis Musim

November telah tibaLangit digelayuti mendungHujan bersiap turunWaktu berjalan memikul beban Tapi bagiku, ini adalah MeiDaun-daun bersemi layaknya bungaDerai hujan sehangat pancaran matahari Di trotoar, orang-orang mengeluh tentang cuaca yang tak tentuDi rumah, aku melukis musim sekehendakkuMenyapukan badai dan pelangi bergantian … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kaktus

Aku selalu khawatir jika musim kemarau datang Sumur akan kering dan kebunku akan mati Aku memandang tapak dara dengan iba Dia baru saja melahirkan bunga pertamanya tetapi harus menghadapi teriknya matahari Tak seperti kaktus yang tegar berdiri Tak gentar menghadapi … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Setelah Musik Usai

Musik berhenti berputar Syair nostalgia berakhir jua Ingar bingar sudah padam Pesta telah usai Maka, dengarlah tutur sungai Mengalirkan kisah dengan deras di telinga bebatuan tentang mimpinya akan laut Andai musik itu kembali mengalun, biar saja Jadilah sungai yang patuh … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Lukisan Bisu

Hujan turun tak membawa suara Genting mendamba rintik Namun hujan memilih membasahi tanah saja Menyimpan rahasia di dalam akar Akankah nanti tumbuh jadi kisah? Ataukah waktu membawanya menuju sungai? Hujan tak membawa dingin Selimutku hangat karena wol, bukan cerita Aku … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Puisi Air Mata

Kerap aku bertanya padaku sendiri, ke mana air mata bunga mengalir ketika ia dipisahkan dari tangkainya? Lalu aku tertegun saat menyadari, bahwa air mataku tak pernah menitik dan mengalir. Kesedihanku adalah puisi yang kutulis di atas kertas.

Posted in poem | Leave a comment