Puisi Tak Kasat Mata

Kadang, puisiku tak terdengar
Ia menelan suaranya sendiri dalam ingar
Atau menyaru dalam samar

Tak perlu kaucari di mana kuletakkan diksi-diksi
Benakku mampu berfungsi sebagai laci
Di dalamnya sarat puisi yang sengaja tak kubagi

Banyak bait yang kupeluk diam-diam
Tak semua lara layak dipajang
Dan tak semua tawa pantas diperlihatkan

Huruf-hurufku memilih tinggal dalam sunyi
Tetapi mungkin suatu hari nanti,
puisi itu menampakkan diri
di ujung jalan yang tanpa sengaja kau lalui

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer
This entry was posted in poem. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.