Category Archives: poem

The Lost Words

I cook for dinner: a pot of soup and chicken drumsticks. The salt sinks to the bottom of the pot, and the chicken turns brown. The aroma of both fills the air. But my mind wanders to the sunset spilling … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Hanya Laut yang Bisa Menyapu Pasir di Pantai

Dan yang tersisa adalah kekosongan Yang terdengar adalah debur

Posted in poem | Leave a comment

Kesempatan Kedua

Ketika kecil, aku tak pernah menyelidiki di mana debu bersembunyi ketika hujan turun Aku selalu berdiri di balik kaca jendela Memandang hujan sambil memendam ingin untuk merasakan pecahannya di telapak tanganku Meski kutahu pecahan hujan akan membuatku terluka Hujan, bagiku, … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Waktu

Aku adalah rintik hujan yang melunturkan kerinduan Aku adalah hijau yang perlahan meninggalkan daun Aku adalah jejak yang tak dapat kembali kepada langkah Aku adalah molekul yang mengkristalkan masa lalu Aku adalah waktu yang mungkin kaulupakan Sementara jam terus berdetak … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Ibu Pertiwi Melahirkan Puisi

Ibu Pertiwi melahirkan puisi bertunaskan helai demi helai huruf cabang-cabang kalimat bait-bait rindang bunga-bunga diksi dan rima buah-buah amanat yang kaupetik saat tak ada lagi makanan yang dapat kaulahap

Posted in poem | Leave a comment