Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Di dalam Cangkir Putih

Cangkir antik putih berlukiskan bunga-bunga kecil Berdiri pongah di atas hamparan beling serupa dirinya Menganga pada langit yang baru saja lahir mengembuskan napas hangatnya dengan jumawa Di dalam dirinya, ada pekat yang bertahan Seakan bening adalah kesempatan bagi cela untuk … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

When Agustus Nggak Kayak Agustus

Dua hari ini aneh banget. Dua hari yang lalu, sih, yang lebih aneh. Masa’ ujan turun di bulan Agustus? Biasanya, kan, bulan Agustus cuaca lagi panas banget. Tanah sampe kering, rumput banyak yang mati. Jadi kemaren itu subuh-subuh langit mendung. … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

Musim Hujan

Musim hujan Orang-orang jatuh cinta merindu mendung tak berdaya ketika gerimis turun Hati yang berbunga laksana bunga-bunga di taman mekar berjejalan Siapa paling semerbak, dia berhak mendapat lebah Siapa paling merona, dia layak mendapat rama-rama Hati yang berkabung ibarat bunga … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Bukan Mereka

Orang boleh berpikir apa saja tentangmu Mereka boleh bicara apa saja Tapi, siapa yang tahu bagaimana kau letakkan benih dengan hati-hati di dalam lubang yang kaugali penuh harap dan kau sertakan doa agar pertiwi sudi mengabulkan mimpimu terhadap benih itu … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kelak

Kelak, kau akan tahu, siapa membutuhkan siapa. Malam pada bulan, atau bulan pada malam? Hujan pada telaga, atau telaga pada hujan? Kelak, kau akan tahu, siapa menginginkan siapa. Kupu pada mawar, atau mawar pada kupu? Rumput pada pekarangan rumahmu, atau … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment