Bukan Mereka

Orang boleh berpikir apa saja
tentangmu
Mereka boleh bicara apa saja

Tapi, siapa yang tahu
bagaimana kau letakkan benih dengan hati-hati
di dalam lubang yang kaugali penuh harap
dan kau sertakan doa agar pertiwi sudi
mengabulkan mimpimu
terhadap benih itu
agar tak hanya tumbuh menjadi daun, bunga,
ataupun buah yang kelak dapat kaupetik
tetapi juga agar akarnya mampu menguatkan tanah
dan menjaga air agar tak surut
di musim kemarau

Siapa yang tahu,
bagaimana kau perlakukan bibit itu
seperti anakmu sendiri
Kau sentuh dengan lemah lembut,
kau kecup dengan sarat kasih,
dan kau menunggunya tumbuh
inci demi inci,
mencatatnya dalam jurnalmu setiap hari

Dan siapa yang tahu,
apa saja yang kaubicarakan dengan rumput-rumput
yang memenuhi pekaranganmu
Orang melihatnya kau menjambak mereka
Tetapi sesungguhnya, kau hanya ingin
membuat mereka lebih berguna
dengan menyatukan mereka
bersama daun-daun kering
yang berguguran

Atau,
bagaimana kau menatap bulan,
menunggu bintang melesat,
menerima pagi seperti halnya pasrah pada senja,
bernyanyi saat hujan,
mengikuti derap rintiknya
yang menarik petrikor dari dalam tanah

Orang-orang hanyalah angin
yang berlalu tanpa membaca apa-apa
Orang-orang cuma punya api
yang membakar nafsu mereka

Orang boleh berpikir apa saja
tentangmu
Mereka boleh bicara apa saja
Tetapi kau adalah kau
Bukan bagian dari mereka

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer
This entry was posted in poem. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.