-
Archives
- November 2026
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- July 2023
- October 2021
- June 2021
- March 2021
- February 2021
- August 2020
- July 2020
- March 2020
- October 2019
- February 2019
- February 2018
- October 2016
- August 2016
- January 2016
- October 2015
- August 2015
- July 2015
- December 2014
- October 2014
- July 2014
- March 2014
- September 2013
- July 2013
- January 2013
- November 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- March 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- May 2011
- April 2011
-
Meta
Author Archives: Rie Yanti
Mengenal Anarkisme
“Anarkisme dan Esai-esai Lain” Penulis: Emma Goldman Jenis buku: Nonfiksi (politik) Tebal: 228 halaman Penerbit: Indoliterasi Pasca unjuk rasa besar-besaran pada Agustus 2025 lalu, kata anarkisme (juga anarki dan anarkis) jadi banyak digunakan. Semuanya mengacu pada tindakan yang mengakibatkan kekacauan … Continue reading
Posted in review
Leave a comment
Demokrasi Mati Jika…
“Bagaimana Demokrasi Mati” Penulis: Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt Jenis: Nonfiksi (Politik) Jumlah Halaman: 288 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Buku-buku tentang politik jadi minat saya selama beberapa bulan belakangan ini. Fiksi maupun nonfiksi. Mulanya memang saya enggan bersentuhan dengan … Continue reading
Posted in review
Leave a comment
Tenggelam dalam Laut Bercerita
“Laut Bercerita” Penulis: Leila S. Chudori Jenis: Novel Tebal: 379 halaman Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia Laut Bercerita adalah novel tentang Biru Laut, seorang aktivis pada masa Orde Baru yang hidup di bawah bayang-bayang pengawasan negara. Bersama kawan-kawannya—mahasiswa dan seniman di … Continue reading
Posted in review
Leave a comment
Bukan Resolusi
Taun baru buatku biasanya cuma ganti kalender. Nggak bikin resolusi. Males. Hidup aja udah ribet. Tapi 2025 ini beda. Aku lebih produktif, lebih fokus, dan lebih banyak mikir sebelum ngetik. Bukan karena makin bijak, tapi karena yang baca statusku bukan … Continue reading
Posted in thoughts
Leave a comment
Melayani Hujan
Kalau hujan datang, bilang padanya, aku tak mau lagi melayani dia. Capek aku menampung tetesnya yang berdebu. Capek aku mengepel tempiasnya. Kalau hujan datang, tanyakan, kapan dia mau melayaniku. Aku butuh pijatan di bahu, setelah menanggung payung yang tak lagi … Continue reading
Posted in poem
Leave a comment