Author Archives: Rie Yanti
Melati yang Menggugurkan Daun-daunnya
Tiap hari, melati ngegugurin daun-daunnya. Hampir semuanya berwarna cokelat; cuma sedikit yang hijau. Kadang-kadang, bunganya juga ikut gugur walaupun baru mekar. Sambil nyapu daun-daun melati itu buat dikompos nantinya, aku nanya dalam hati, emang nggak sayang, ya, melati itu sama … Continue reading
Di dalam Cangkir Putih
Cangkir antik putih berlukiskan bunga-bunga kecil Berdiri pongah di atas hamparan beling serupa dirinya Menganga pada langit yang baru saja lahir mengembuskan napas hangatnya dengan jumawa Di dalam dirinya, ada pekat yang bertahan Seakan bening adalah kesempatan bagi cela untuk … Continue reading
When Agustus Nggak Kayak Agustus
Dua hari ini aneh banget. Dua hari yang lalu, sih, yang lebih aneh. Masa’ ujan turun di bulan Agustus? Biasanya, kan, bulan Agustus cuaca lagi panas banget. Tanah sampe kering, rumput banyak yang mati. Jadi kemaren itu subuh-subuh langit mendung. … Continue reading
Musim Hujan
Musim hujan Orang-orang jatuh cinta merindu mendung tak berdaya ketika gerimis turun Hati yang berbunga laksana bunga-bunga di taman mekar berjejalan Siapa paling semerbak, dia berhak mendapat lebah Siapa paling merona, dia layak mendapat rama-rama Hati yang berkabung ibarat bunga … Continue reading
Bukan Mereka
Orang boleh berpikir apa saja tentangmu Mereka boleh bicara apa saja Tapi, siapa yang tahu bagaimana kau letakkan benih dengan hati-hati di dalam lubang yang kaugali penuh harap dan kau sertakan doa agar pertiwi sudi mengabulkan mimpimu terhadap benih itu … Continue reading

