Author Archives: Rie Yanti
Hujan, Seperti Puisi
Hujan yang tak pernah turun di musim penghujan, seperti puisiku buatmu Terbelenggu mendungnya mega yang enggan memberi celah untuk jatuh ke tanah Hujan yang turun diam-diam, seperti puisiku buatmu Menyebut namamu pelan-pelan lalu menyembunyikannya dalam rona kembang Hujan yang turun … Continue reading
Rabun
Karena faktor U dan keseringan pake gawai, mataku jadi rabun. Nggak bisa liat dengan jelas objek-objek yang ada di deket mata. Harus jauh. Nggak sampe parah banget, sih. Cuma pas natap layar hp atau baca tulisan aja. Mudah-mudahan nggak tambah … Continue reading
Secangkir Malam di Pagi Hari
Malam mencair ke dalam cangkir dijerang matahari pagi Uap hangat meliuk-liuk bergegas ke angkasa menjelma gugusan awan Waktu mengaduk Denting berdetak diiringi pusaran buih Manis menyisip getir Bulan dan gemintang larut dalam pekat jelaga Ampas menetap menunggu senja membasuh jejak
Hujan Kerasan di Rumahku
Subuh-subuh hujan mengetuk atap rumahku Meluncur ke jendela Mengintipku dari lubang ventilasi Sebab tak kusambut hadirnya Hujan terlampau lihai untuk kuabaikan Ia menemukan celah di antara genting yang bergeser Semalam seekor kucing terpeleset di atap Mengejar tikus demi terus bertahan … Continue reading
Syukur
Berbaik hatilah pada malam yang telah memberimu gelap Segugusan bintang tak cukup jadi penerang Tetapi itulah yang kaucari di langit kelam Berbaik hatilah pada malam yang sebentar saja menjenguk kamarmu Besok matahari datang membawa kebisingan dunia Kicau burung-burung yang kehilangan … Continue reading

