Author Archives: Rie Yanti
Hujan Kerasan di Rumahku
Subuh-subuh hujan mengetuk atap rumahku Meluncur ke jendela Mengintipku dari lubang ventilasi Sebab tak kusambut hadirnya Hujan terlampau lihai untuk kuabaikan Ia menemukan celah di antara genting yang bergeser Semalam seekor kucing terpeleset di atap Mengejar tikus demi terus bertahan … Continue reading
Syukur
Berbaik hatilah pada malam yang telah memberimu gelap Segugusan bintang tak cukup jadi penerang Tetapi itulah yang kaucari di langit kelam Berbaik hatilah pada malam yang sebentar saja menjenguk kamarmu Besok matahari datang membawa kebisingan dunia Kicau burung-burung yang kehilangan … Continue reading
Selisih
Semalam angin bertengkar dengan hujan bulan ketakutan sembunyi di balik awan Pagi datang kabut bertahan di atas jalan menyembunyikan pohon-pohon tumbang, merebah pasrah di atas kubangan Matahari menolak siang Burung-burung enggan terbang Tanah menampik gersang Dalam remang petang Sebuah doa … Continue reading
Sepiring Malam
Sepiring malamBertabur bintangBerhiaskan bulanKaulahap sampai kenyangSampai habis gulitaJadi terangBergumpal-gumpal awankau sapukan ke bibirmuMenghapus sisa jelaga jadi biru Tak pernah kau peduliMatahari merangkak menuju pasarBelanja dengan gusarSebab harga-harga melambungMembawa nyalanya sampai redup Tapi tak urungDi cakrawala,dengan sisa pelita yang nyaris padamia … Continue reading
Hujan Tak Mesti Datang Tepat Waktu
Tak mesti hujan datang tepat waktuKadang ia menyalahi kesepakatannyadengan tanahMenjadikannya tandusdan terbelahKadang ia mengingkari janjinyapada bunga-bungaMembuatnya layu dan gugur Tak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam awanTak ada yang mengerti susah payahnyamengumpulkan hujanTak ada yang paham beratnyamemikul mendungDan … Continue reading

