Bus Kuning di Surabaya

Sudah membaca kumcer Bus Kuning?

Sebetulnya, bus kuning adalah sebuah bus di Universitas Padjadajaran, Jatinangor. Karena luasnya lahan perguruan tinggi itu, jarak antara gerbang dengan fakultas sastra atau antar fakultas jadi berjauhan. Karenanya ada moda transportasi di kampus. Salah satunya sebuah bus besar berwarna kuning.

Kiara berdiri di depan Bus Suroboyo.

Jarak antara gerbang kampus dengan fakultas sastra sebetulnya tidak begitu jauh, hanya jalannya menanjak. Membuat kami kerap ngos-ngosan kalau berjalan kaki. Nah, bus kuning adalah solusi supaya kami tidak kelelahan.

Continue reading “Bus Kuning di Surabaya”

Perjalanan Menyusui Akira


Tumbuh di perut yang sama, lahir dari rahim yang sama, tidur di pangkuan yang sama, tidak menjamin Kiara dan Akira punya karakter yang sama. Dulu saya kewalahan menghadapi Kiara yang gemar begadang, tidak pernah puas menyusu, kelewat lincah apalagi kalau jalan-jalan di mal, bolak-balik mogok makan. Saya pikir, Kiara tergolong nakal. Namun setelah Akira tumbuh besar, persepsi saya pun berubah. Saya harus lebih ekstra sabar dalam menemani Akira tumbuh.

Akira, 1 tahun, badannya kuruuuus… sekali.
Read more

Selamat Tinggal, Barang-barang! Selamat Datang, Minimalis!

“Goodbye, Things”

Penulis: Fumio Sasaki

Tebal: 264 halaman

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Kalau lihat rumah berantakan, saya maunya beres-beres. Bukan sok rajin, tapi saya ini tidak suka melihat barang-barang berserakan. Apalagi kalau barang-barang itu sebetulnya sudah tidak dipakai lagi. Begitu juga kalau membuka lemari. Maunya mengeluarkan pakaian yang sudah tidak saya suka. Tapi, bagaimana kalau nanti dibutuhkan?

Halah, bingung! Saya butuh solusi yang tepat. Continue reading “Selamat Tinggal, Barang-barang! Selamat Datang, Minimalis!”