Category Archives: poem

Dilarang Menginjak Rumput

Biarkan aku berbaring di sini, mendengarkan rumput berpuisi. Diksinya amat pilu, tentang dunia yang tak pernah memberi tenang. Ada parang yang siap membebat. Ada gunting yang bersedia memangkas. Ada tangan yang hendak mencerabut. Ada ludah yang sewaktu-waktu mencela. Di balik … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Rahasia

Tak selamanya hujan datang bersama gaduh Kadang ia turun menahan gemuruh Bukan untuk meluruhkan sunyi Melainkan sekadar membasahi Seperti bulan yang muncul di balik jelaga Memantulkan cahaya bukan untuk menyilaukan Hanya ingin menyampaikan pesan Bahwa dalam gelap pun, cahaya kecil … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Juni

Hujan masih menjejak bumi Tanah basah Bunga-bunga menganga Akar terus berdenyut Janin pohon tetap hidup Kalender cuma melekat di dinding Tak mampu mengendalikan musim

Posted in poem | Leave a comment

luka

mawar merekah merah meneteskan darah tertusuk durinya sendiri

Posted in poem | Leave a comment

purnama

perlahan, ia menjauh dari matahari setelah semalam jadi primadona berkilau, menantang gelap di balik rimbun pohon, ia mengintip jika sudah tampak kening sang surya, ia harus mengambil sejumput awan untuk menyeka wajahnya hingga pucat lalu menyaru dalam biru nanti, begitu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment