Category Archives: poem
Musim Hujan
Musim hujan Orang-orang jatuh cinta merindu mendung tak berdaya ketika gerimis turun Hati yang berbunga laksana bunga-bunga di taman mekar berjejalan Siapa paling semerbak, dia berhak mendapat lebah Siapa paling merona, dia layak mendapat rama-rama Hati yang berkabung ibarat bunga … Continue reading
Bukan Mereka
Orang boleh berpikir apa saja tentangmu Mereka boleh bicara apa saja Tapi, siapa yang tahu bagaimana kau letakkan benih dengan hati-hati di dalam lubang yang kaugali penuh harap dan kau sertakan doa agar pertiwi sudi mengabulkan mimpimu terhadap benih itu … Continue reading
Kelak
Kelak, kau akan tahu, siapa membutuhkan siapa. Malam pada bulan, atau bulan pada malam? Hujan pada telaga, atau telaga pada hujan? Kelak, kau akan tahu, siapa menginginkan siapa. Kupu pada mawar, atau mawar pada kupu? Rumput pada pekarangan rumahmu, atau … Continue reading
Kembalinya Sang Penyair
Huruf-huruf memilih menyimpan suara dalam batinku dan menahan jari-jariku dari melukis setiap lekuknya di atas kertas Mungkin mereka bosan menguntai kata Mungkin juga putus asa sebab angin memilih berlalu daripada membaca Dan sungai terlalu pongah dengan riciknya Kuputuskan untuk berhenti … Continue reading
Pohon Hujan
Pohon hujan berguncang entah oleh apa Gerimis berguguran di atas kemarau yang tak lagi sanggup mengeringkan tanah Mungkin langit lelah melihat bumi tanpa daun, tanpa bunga Maka ia membimbing musim untuk menggoyang pohon hujan itu.

