Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Nggak Semua Daun Sama

Kalo aku peratiin, daun-daun yang ada di kebunku nggak sama warnanya. Sekilas, mereka kayak sama. Kalo nggak ijo muda, ijo tua. Ada juga yang kuning atau cokelat karena dimakan waktu. Tapi kalo dilihat lebih saksama, beda. Bedanya, sih, tipis-tipis dan … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

Terang Bulan di Atas Hujan

Ia hendak menolong hujan menelusuri malamMenyelinap di antara lalu lalang kendaraanMericik di antara deru dan klaksonMengalir di jendela-jendela yang terkatup rapat Bulan menjadi saksi hujanyang kepayahan menemuimuYang bahagia melihatmumeskiwajahmu membekudi bawah payung yang terkembang

Posted in poem | Leave a comment

Puisi Tak Kasat Mata

Kadang, puisiku tak terdengarIa menelan suaranya sendiri dalam ingarAtau menyaru dalam samar Tak perlu kaucari di mana kuletakkan diksi-diksiBenakku mampu berfungsi sebagai laciDi dalamnya sarat puisi yang sengaja tak kubagi Banyak bait yang kupeluk diam-diamTak semua lara layak dipajangDan tak … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Melukis Musim

November telah tibaLangit digelayuti mendungHujan bersiap turunWaktu berjalan memikul beban Tapi bagiku, ini adalah MeiDaun-daun bersemi layaknya bungaDerai hujan sehangat pancaran matahari Di trotoar, orang-orang mengeluh tentang cuaca yang tak tentuDi rumah, aku melukis musim sekehendakkuMenyapukan badai dan pelangi bergantian … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kaktus

Aku selalu khawatir jika musim kemarau datang Sumur akan kering dan kebunku akan mati Aku memandang tapak dara dengan iba Dia baru saja melahirkan bunga pertamanya tetapi harus menghadapi teriknya matahari Tak seperti kaktus yang tegar berdiri Tak gentar menghadapi … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment