Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Juni

Juni Hujan masih menjejak bumi Tanah basah Bunga-bunga menganga Akar terus berdenyut Janin pohon tetap hidup Kalender cuma melekat di dinding Tak mampu mengendalikan musim

Posted in poem | Leave a comment

Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya

Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

luka

mawar merekah merah meneteskan darah tertusuk durinya sendiri

Posted in poem | Leave a comment

purnama

perlahan, ia menjauh dari matahari setelah semalam jadi primadona berkilau, menantang gelap di balik rimbun pohon, ia mengintip jika sudah tampak kening sang surya, ia harus mengambil sejumput awan untuk menyeka wajahnya hingga pucat lalu menyaru dalam biru nanti, begitu … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Nggak Semua Daun Sama

Kalo aku peratiin, daun-daun yang ada di kebunku nggak sama warnanya. Sekilas, mereka kayak sama. Kalo nggak ijo muda, ijo tua. Ada juga yang kuning atau cokelat karena dimakan waktu. Tapi kalo dilihat lebih saksama, beda. Bedanya, sih, tipis-tipis dan … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment