Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya

Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

luka

mawar merekah merah meneteskan darah tertusuk durinya sendiri

Posted in poem | Leave a comment

purnama

perlahan, ia menjauh dari matahari setelah semalam jadi primadona berkilau, menantang gelap di balik rimbun pohon, ia mengintip jika sudah tampak kening sang surya, ia harus mengambil sejumput awan untuk menyeka wajahnya hingga pucat lalu menyaru dalam biru nanti, begitu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Terang Bulan di Atas Hujan

Ia hendak menolong hujan menelusuri malamMenyelinap di antara lalu lalang kendaraanMericik di antara deru dan klaksonMengalir di jendela-jendela yang terkatup rapat Bulan menjadi saksi hujanyang kepayahan menemuimuYang bahagia melihatmumeskiwajahmu membekudi bawah payung yang terkembang

Posted in poem | Leave a comment

Puisi Tak Kasat Mata

Kadang, puisiku tak terdengarIa menelan suaranya sendiri dalam ingarAtau menyaru dalam samar Tak perlu kaucari di mana kuletakkan diksi-diksiBenakku mampu berfungsi sebagai laciDi dalamnya sarat puisi yang sengaja tak kubagi Banyak bait yang kupeluk diam-diamTak semua lara layak dipajangDan tak … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment