Author Archives: Rie Yanti
Ketika Idup Lagi Pedes-pedesnya
Belakangan ini, aku seneng makan yang pedes-pedes. Alasan pertama, cabe rawit di kebun udah merah-merah. Sayang kalo nggak dimanfaatkan. Mau dikasihin ke orang lain, terlalu dikit. Ini juga buat dimakan sendiri masih kurang, jadi harus beli buat nambah-nambah. Kedua, sejak … Continue reading
purnama
perlahan, ia menjauh dari matahari setelah semalam jadi primadona berkilau, menantang gelap di balik rimbun pohon, ia mengintip jika sudah tampak kening sang surya, ia harus mengambil sejumput awan untuk menyeka wajahnya hingga pucat lalu menyaru dalam biru nanti, begitu … Continue reading
Nggak Semua Daun Sama
Kalo aku peratiin, daun-daun yang ada di kebunku nggak sama warnanya. Sekilas, mereka kayak sama. Kalo nggak ijo muda, ijo tua. Ada juga yang kuning atau cokelat karena dimakan waktu. Tapi kalo dilihat lebih saksama, beda. Bedanya, sih, tipis-tipis dan … Continue reading
Terang Bulan di Atas Hujan
Ia hendak menolong hujan menelusuri malamMenyelinap di antara lalu lalang kendaraanMericik di antara deru dan klaksonMengalir di jendela-jendela yang terkatup rapat Bulan menjadi saksi hujanyang kepayahan menemuimuYang bahagia melihatmumeskiwajahmu membekudi bawah payung yang terkembang

