Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Perkara-perkara Kecil di Kebunku

Tentang ulat-ulat yang menitipkan takdirnya dan belalang yang melukai daun-daun, hujan dan panas yang bergantian datang membawa kabar yang berlainan, rimpang yang tak henti-hentinya memanjatkan doa di dalam tanah, ataupun rumput yang menampik menunduk, tanganku hanya bisa menelungkup ragu dan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Dilarang Menginjak Rumput

Biarkan aku berbaring di sini, mendengarkan rumput berpuisi. Diksinya amat pilu, tentang dunia yang tak pernah memberi tenang. Ada parang yang siap membebat. Ada gunting yang bersedia memangkas. Ada tangan yang hendak mencerabut. Ada ludah yang sewaktu-waktu mencela. Di balik … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

250625

Tak selamanya hujan datang bersama gaduh Kadang ia turun menahan gemuruh Bukan untuk meluruhkan sunyi Melainkan sekadar membasahi Seperti bulan yang muncul di balik jelaga Memantulkan cahaya bukan untuk menyilaukan Hanya ingin menyampaikan pesan Bahwa dalam gelap pun, cahaya kecil … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Apakah Aku Mencintai Kebunku?

Segala yang hijau di halaman rumahku tumbuh bukan karena tanganku. Mereka hadir karena tangan tak terlihat yang membentuk dan mewarnai setiap helai daun, menuntunnya menjulur hingga menyentuh kulitku. Setiap pagi aku berjalan melewati mereka, sebelum membuka pagar dan pergi. Tapi … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

Juni

Juni Hujan masih menjejak bumi Tanah basah Bunga-bunga menganga Akar terus berdenyut Janin pohon tetap hidup Kalender cuma melekat di dinding Tak mampu mengendalikan musim

Posted in poem | Leave a comment