Author Archives: Rie Yanti
Malamku tanpa Tidur
Hening mengantar detak jam pada telingaku Lampu sudah lelap mengalirkan terang pada khayalku Di luar sana, pitaya menyerahkan mahkotanya pada ngengat Percintaan diam-diam di bawah kesaksian bulan Di ujung malam rahasia terkuak bersama gelap yang luntur perlahan Mungkin seperti inilah … Continue reading
Ujan Pecah di Halaman Rumah
Dear diary, Ujan pecah di pekarangan. Huruf-hurufnya berserakan, berbaur sama daun-daun kering dan aku lagi males nyapu. Mau ngebiarin rumahku berantakan, tapi aku nginjek pecahan ujan itu. Kakiku luka soalnya ujannya terluka. Darah merembes, bikin garis-garis telapak kakiku keliatan jelas. … Continue reading
Eksperimen Daun Kacang Ijo
Bisa dibilang, pekarangan rumah kami adalah laboratorium eksperimen botani. Sejak pandemi, kami nyoba nanem berbagai taneman pangan. Ada yang sukses kayak bayem brazil, pitaya alias buah naga, dan kemangi. Ada yang kadang berhasil, kadang gagal, kayak singkong. Ada yang awalnya … Continue reading
Jalan Pulang
Tak ada cara untuk kembali ke masa lalu Sungai dalam perjalanan menuju laut Trembesi tumbuh menjulang, menuju langit Kupu-kupu tak akan menjadi ulat lagi Tetapi masih ada jalan untuk pulang ke dalam batinku Angin menyapu debu yang melapisi jalan Kemarau … Continue reading
Pengingat
Apapun yang terjadi, bertahanlah. Sekeras apapun hidup ini, tetaplah berdiri. Bukan agar kamu ditimpa lebih banyak ujian. Tetapi mungkin, di luar sana, ada seseorang yang menginginkanmu tetap hidup. Ada seseorang yang diam-diam ingin menjumpaimu, tapi tak ada kendaraan yang dapat … Continue reading

