Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Ujan Pecah di Halaman Rumah

Dear diary, Ujan pecah di pekarangan. Huruf-hurufnya berserakan, berbaur sama daun-daun kering dan aku lagi males nyapu. Mau ngebiarin rumahku berantakan, tapi aku nginjek pecahan ujan itu. Kakiku luka soalnya ujannya terluka. Darah merembes, bikin garis-garis telapak kakiku keliatan jelas. … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

Eksperimen Daun Kacang Ijo

Bisa dibilang, pekarangan rumah kami adalah laboratorium eksperimen botani. Sejak pandemi, kami nyoba nanem berbagai taneman pangan. Ada yang sukses kayak bayem brazil, pitaya alias buah naga, dan kemangi. Ada yang kadang berhasil, kadang gagal, kayak singkong. Ada yang awalnya … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

Jalan Pulang

Tak ada cara untuk kembali ke masa lalu Sungai dalam perjalanan menuju laut Trembesi tumbuh menjulang, menuju langit Kupu-kupu tak akan menjadi ulat lagi Tetapi masih ada jalan untuk pulang ke dalam batinku Angin menyapu debu yang melapisi jalan Kemarau … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Pengingat

Apapun yang terjadi, bertahanlah. Sekeras apapun hidup ini, tetaplah berdiri. Bukan agar kamu ditimpa lebih banyak ujian. Tetapi mungkin, di luar sana, ada seseorang yang menginginkanmu tetap hidup. Ada seseorang yang diam-diam ingin menjumpaimu, tapi tak ada kendaraan yang dapat … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

Bahasa Tersirat

Kadang angin enggan bertiup Ia memilih bersembunyi di balik rimbun daun Menitipkan desir dalam tiap uratnya Semakin tak ketahuan saja hadirnya Tetapi ia tak pernah meninggalkan semesta Begitu juga aku Tak mesti kujulurkan kepalaku dari jendela Hanya untuk menjumpai awan … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment