Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Buku yang Bagus

Sejak Oktober taun kemarin, aku kembali baca buku. Ngaku dosa, nih, kalo sebelum bulan kesepuluh itu, lamaaa… banget aku nggak baca buku. Sebetulnya ada banyak stok buku dan majalah di rumah yang belum kubaca. Cuma karena aku tuh picky reader, … Continue reading

Posted in thoughts | Leave a comment

Reviu Puasa dan Lebaran Taun Ini

Sejak awal bulan puasa taun ini, aku nggak produktif nulis. Mood nulisku anjlok cuma gara-gara satu hal yang terus kejadian sampe lebaran kemarin. Kalo tulisan ini dibikin kayak kerangka Save The Cat, di mana ada bagian pernyataan tema, aku bakal … Continue reading

Posted in diary | Leave a comment

Lapang (2)

Menjadi lapang tak berarti hampa Berlapis-lapis debu menggelar kehadirannya Matamulah yang tak mampu melihat Tak seperti kulit arimu yang begitu peka Serasah tak lagi menyimpan hujan Percikkan saja api dan lihat bagaimana bara bekerja Menghanguskan klorofil yang tersisa Menciptakan lelatu … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Kalau Hujan Sudah Reda

Kalau hujan sudah reda teh ini tak lagi hangat Uap jadi embun berleleran di jendela Ilusi mencair ke dalam genangan berlumpur Hujan telah menyatu dengan tanah Tetapi masih kudengar rintik jatuh dari tepi atap Masih terbayang aroma petrikor berkelebat di … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment

Malamku tanpa Tidur

Hening mengantar detak jam pada telingaku Lampu sudah lelap mengalirkan terang pada khayalku Di luar sana, pitaya menyerahkan mahkotanya pada ngengat Percintaan diam-diam di bawah kesaksian bulan Di ujung malam rahasia terkuak bersama gelap yang luntur perlahan Mungkin seperti inilah … Continue reading

Posted in poem | Leave a comment