Author Archives: Rie Yanti

About Rie Yanti

a wife, a mom, a writer

Tumbuh Nggak Kenal Kondisi dan Teori

Tahun lalu, kami nanem singkong gajah di pinggir jalan depan rumah. Setelah beberapa bulan, singkongnya tumbuh tinggi dan subur, padahal jarang dirawat. Daunnya gede-gede, batangnya juga. Umbinya nggak tau, karena di dalem tanah. Kalo liat singkong biasa yang kami tanem … Continue reading →

Posted in diary | Leave a comment

Puisi Air Mata

Kerap aku bertanya padaku sendiri, ke mana air mata bunga mengalir ketika ia dipisahkan dari tangkainya? Lalu aku tertegun saat menyadari, bahwa air mataku tak pernah menitik dan mengalir. Kesedihanku adalah puisi yang kutulis di atas kertas.

Posted in poem | Leave a comment

Memungut Gerimis

Aku kembali ke kebunku memungut gerimis Kemarau sebentar lagi tiba dan aku harus mengisi kertasku dengan sisa-sisa aksara yang tertinggal di rimbun daun sebelum terik meneguk ilham Terlalu lama aku terlena hujan deras Meringkuk dilingkup hawa dingin Hujan pun berlalu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment

Buku yang Bagus

Sejak Oktober taun kemarin, aku kembali baca buku. Ngaku dosa, nih, kalo sebelum bulan kesepuluh itu, lamaaa… banget aku nggak baca buku. Sebetulnya ada banyak stok buku dan majalah di rumah yang belum kubaca. Cuma karena aku tuh picky reader, … Continue reading →

Posted in thoughts | Leave a comment

Lapang (2)

Menjadi lapang tak berarti hampa Berlapis-lapis debu menggelar kehadirannya Matamulah yang tak mampu melihat Tak seperti kulit arimu yang begitu peka Serasah tak lagi menyimpan hujan Percikkan saja api dan lihat bagaimana bara bekerja Menghanguskan klorofil yang tersisa Menciptakan lelatu … Continue reading →

Posted in poem | Leave a comment