Author Archives: Rie Yanti
Sebuah Pesan di Pagi Hari
Apa yang aku inginkan hari ini, Matahari, adalah jari kecilmu yang mengetuk jendela kamarku. Lalu, ditemani sorot hangatmu, aku berpikir tentang waktu, yang selalu mampu mengingat masa lalu dan membawanya ke hari ini. Kenangan itu seperti secangkir kopi di hadapanku. … Continue reading
Lukisan Bisu
Hujan turun tak membawa suara Genting mendamba rintik Namun hujan memilih membasahi tanah saja Menyimpan rahasia di dalam akar Akankah nanti tumbuh jadi kisah? Ataukah waktu membawanya menuju sungai? Hujan tak membawa dingin Selimutku hangat karena wol, bukan cerita Aku … Continue reading
Tumbuh Nggak Kenal Kondisi dan Teori
Tahun lalu, kami nanem singkong gajah di pinggir jalan depan rumah. Setelah beberapa bulan, singkongnya tumbuh tinggi dan subur, padahal jarang dirawat. Daunnya gede-gede, batangnya juga. Umbinya nggak tau, karena di dalem tanah. Kalo liat singkong biasa yang kami tanem … Continue reading
Puisi Air Mata
Kerap aku bertanya padaku sendiri, ke mana air mata bunga mengalir ketika ia dipisahkan dari tangkainya? Lalu aku tertegun saat menyadari, bahwa air mataku tak pernah menitik dan mengalir. Kesedihanku adalah puisi yang kutulis di atas kertas.
Memungut Gerimis
Aku kembali ke kebunku memungut gerimis Kemarau sebentar lagi tiba dan aku harus mengisi kertasku dengan sisa-sisa aksara yang tertinggal di rimbun daun sebelum terik meneguk ilham Terlalu lama aku terlena hujan deras Meringkuk dilingkup hawa dingin Hujan pun berlalu … Continue reading

