Cangkir antik putih berlukiskan bunga-bunga kecil
Berdiri pongah di atas hamparan beling
serupa dirinya
Menganga pada langit yang baru saja lahir
mengembuskan napas hangatnya dengan jumawa
Di dalam dirinya, ada pekat yang bertahan
Seakan bening adalah kesempatan bagi cela untuk tinggal
Sesendok kristal berjatuhan,
lalu lenyap ditelan jelaga
Baru kutahu pahit diam-diam merindu manis
Tetapi pekat itu tetap jumawa
dengan pusaran yang mengisap dingin
Dan ia menunggu sampai sepasang bibir
menyentuh salah satu tepinya
dan menikmati pahit yang tak benar-benar getir