Puisi

Ada dua pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri. Puisi itu apa? Bagaimana caranya menulis puisi?

Saya menulis puisi di blog saya. Juga di novel Satin Merah. Secara sadar pula saya menganggap puisi itu menarik. Tapi kalau ada pertanyaan apa itu puisi dan bagaimana cara menulis puisi, saya tidak tahu.

Sebuah tulisan disebut puisi kalau:

1) bentuknya bait

2) kata-katanya puitis

3) ada rimanya

Tapi saya pikir, itu ketentuan yang terlalu konvensional. Karena ada juga puisi yang berbentuk prosa (paragraf) dan tidak semua puisi harus puitis dan ada rimanya.

Lukisan saja punya banyak aliran. Para pelukis tidak hanya membuat lukisan naturalis, ekspresionis, tapi ujuga ada yang membuat lukisan abstrak dan kotak-kotak (kubisme).

Puisi juga mengalami perkembangan serupa itu. Teman-teman mungkin ada yang tahu calligramme, yaitu puisi yang dalam penulisannya menyerupai bentuk tertentu. Misalnya puisi tentang hujan, maka bentuknya pun sepertu hujan. Puisi ini dipelopori oleh Guillaume Apolinaire, seorang penyair asal Prancis.

Jadi untuk membuat definisi puisi… Saya masih belum tahu apa. Sedangkan cara menulisanya, saya pikir sama saja dengan menulis yang lain: tulis saja apa yang kalian mau tulis.

Published by Rie Yanti

I am a writer at Warung Fiksi. Please visit this page to know me more. Don't forget to circle me at Google+.

Join the Conversation

3 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.