Minimalis Luar Dalam

Melalui Goodbye, Things, Fumio Sasaki berhasil menghasut saya untuk menjadi minimalis. Saya akui, saya masih kepengin berbelanja baju dan perlengkapan rumah tangga. Sudah begitu, saya ini gampang bosan dengan barang-barang yang saya punya. Ingin segera membeli yang baru, tapi berhubung banyak kebutuhan lain yang harus diprioritaskan, juga karena saya harus mengefisiensi tempat karena harus berbagi ruang dengan sesama penghuni rumah lainnya, rencana berbelanja pun selalu ditunda.

Continue reading “Minimalis Luar Dalam”

Sebelum Hujan

Saat hujan berjarak denganmu, kau mencoba memanggilnya. Kau butuh mendung sekadar untuk menaungimu dari terik surya. Kau mendamba gerimis supaya tenggorokanmu lepas dari dahaga.

Ketika hujan di ambang pintu, kau bergegas mengambil payung. Kauambil jas hujan yang sudah lama kaugantung. Kau lihat awan kelabu dengan tatapan seakan dunia sedang berkabung.

Tatkala hujan sudah turun, kau ingin menari bersama derainya. Kau ingin melepaskan beban bersama jatuhnya hujan. Namun ada yang kaucemaskan ketika melihat genangan yang meninggi. Lantas kau berharap hujan segera reda.

Sampai kapan kau bimbang? Kepastian tak akan datang bila kau menggenggam banyak tanya.

Bergegas temukan jawaban sebelum musim berganti.
Mana yang kaupilih?