Kontemplasi

Jika menurutku senja itu cantik,
apakah bagimu juga demikian?
Karena mungkin kamu lebih menyukai pagi
Saat mimpi burukmu sirna, meleleh karena merahnya fajar
Merasuk ke dalam tanah
Terkubur
Jauh di dasar bumi

Berkali-kali aku berpikir
tentang pikiranku sendiri
Alasan apa yang membuatku menganggap hujan itu indah?
Sebab kalau aku lihat lagi dengan saksama,
dalam tempo yang lambat,
hujan bisa jadi bencana

Aku selalu menciptakan ilusi
Tatkala orang-orang sibuk meladeni tagihan yang mendatangi mereka,
aku malah membiarkan waktu berlama-lama merayap di dinding kamarku
dan aku ciptakan dunia lain yang entah di mana
tapi
aku bahagia di sana

Dan aku tak butuh apa-apa lagi
Secangkir kopi dan sepotong donat cukup untuk mengganjal perutku
Menempuh jalan yang berbaring di atas khayalanku

Maka,
jika bagimu daun-daun sekadar tempat bunga dilahirkan,
boleh-boleh saja
Atau,
ada baiknya kauserahkan daun itu pada tanganku
Biar kuperlihatkan keelokan setiap lapisannya
Atau
mungkin
lebih dari itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.