Jalan Lain

Ini cerita tentang benih-benih rumput di dalam tanah, saat tanah ditutup rata dengan paving block dan sela-selanya ditaburi pasir. Pemilik rumah sengaja melakukan hal ini supaya rumput-rumput tidak tumbuh di musim hujan.

Benih-benih rumput pun mengeluh.

“Kita tidak bisa tumbuh.”

“Aku ingin sekali mendapat sinar matahari. Di sini gelap sekali.”

“Iya, aku juga ingin sekali melihat awan-awan putih membentuk aneka rupa yang khayali.”

“Kenapa sih kita tidak diperbolehkan tumbuh?”

Para benih rumput sedih. Bahkan saat hujan turun pun mereka tidak dapat merasakan percikannya.

Benih-benih itu pun protes.

“Pasti ada cara lain yang bisa ditempuh.”

“Bagaimana kalau kita angkat paving block-nya sama-sama?”

“Setuju.”

Benih-benih rumput pun berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat paving block dari atas mereka. Tidak berhasil. Paving block ternyata berat sekali.

“Kalau begitu, kita keruk saja pasirnya supaya berjatuhan ke dalam tanah.”
Benih-benih rumput pun berusaha mengeruk pasir. Pasir-pasir itu mengotori badan mereka. Tapi mereka tidak peduli. Berani kotor itu baik, prinsip mereka, kalau dilakukan untuk sesuatu yang benar.

Seberkas cahaya memasuki celah paving block, lalu jatuh di dalam tanah. Para benih rumput bersorak. Usaha mereka tidak sia-sia. Malah hal itu membuat mereka semakin bersemangat mengeruk pasir sampai habis.

Hingga celah paving block kosong dan saat hujan turun benih-benih rumput bisa tumbuh dan muncul ke permukaan tanah. “Akhirnya kita bisa melihat dunia yang indah ini.”

Meski seluruh tubuh mereka tidak muncul ke permukaan karena akar mereka memang harus berada di dalam tanah, para rumput itu senang bisa melihat matahari yang cerah, awan putih, langit biru, pepohonan yang tumbuh tinggi, dan bunga-bunga yang warna-warni.

Lalu di saat musim hujan tiba, mereka berpesta. Rumput-rumput menari dan bersorak girang saking senangnya. Sebab hujan membuat mereka tumbuh subur sampai tinggi.

Published by Rie Yanti

I am a writer at Warung Fiksi. Please visit this page to know me more. Don't forget to circle me at Google+.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.