Hidup

Pagi ini dingin. Saya malas bangun. Lebih enak tidur sampai siang, sampai udara hangat. Tapi ada yang menarik selimut saya. “Bangun,” suruhnya. Saya membuka kelopak mata. Hidup ada di depan mata saya. “Ah, kenapa kamu tidak membiarkan saya tidur sampai siang?”

“Udara pagi baik bagi kesehatan,” dalihnya. “Ayo bangun, dan buatkan aku sarapan.”

Meski masih mengantuk, saya terpaksa bangun, cuci muka dan gosok gigi, kemudian membuat sarapan untuk Hidup.

Selesai sarapan saya mandi, bekerja sampai siang, istirahat sebentar, bekerja lagi sampai sore, istirahat sebentar, bekerja lagi sampai malam. Semua atas permintaan Hidup. “Saya capek,” keluh Saya pada Hidup. “Haruskah saya begini setiap hari? Tidak bolehkah saya bermain-main?”

“Kamu bosan?” Hidup menjawab pertanyaan saya dengan pertanyaan seperti seorang filsuf. Saya baru ingat, Hidup itu filosofis.

Saya mengangguk.

“Bosan denganku?”

Saya ragu menjawab, dan Hidup keburu bertanya, “Mau kupanggilkan Mati?”

Saya terkejut. “Kenapa kamu sadis begitu?”

“Katanya kamu bosan.”

“Maksud saya, tidak bisakah kamu berhenti menyuruh-nyuruh saya? Saya ingin melakukan segala sesuatu sekehendak saya, bukan menuruti keinginan kamu.”

“Tapi kamu memang seharusnya menuruti kemauanku. Percayalah, kamu tidak akan berarti tanpaku. Aku pun begitu. Aku selalu bersyukur bisa bersama-sama denganmu. Tidakkah kamu melakukan hal yang sama denganku?”

Saya diam. Hidup selalu mensyukuri kehadiran saya. Tapi saya tidak pernah mensyukuri kehadiran Hidup. Jujur. Hidup butuh saya. Saya pun butuh Hidup. Tanpa Hidup, saya tidak akan berarti apa-apa. Buat apa saya lahir ke dunia jika tidak ditemani Hidup? Hidup pun akan terlunta-lunta tanpa saya. Dia akan mencari nyawa ke mana-mana. Saya dan Hidup saling membutuhkan. Kami saling bergantung satu sama lain.

Saya menyerah pada Hidup. Tapi saya rela. Apa yang Hidup katakan mungkin benar.

Saya dan Hidup duduk bersama sambil melahap kue masa depan yang tersisa.

Published by Rie Yanti

I am a writer at Warung Fiksi. Please visit this page to know me more. Don't forget to circle me at Google+.

Join the Conversation

4 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.