Tobucil

Inilah tempat nongkrong pertama saya di Bandung. Berlokasi di Jalan Aceh No. 56, Tobucil adalah sebuah toko buku berbasis komunitas yang juga menjual berbagai barang dan bahan kerajinan. Ini membuat Tobucil layak dikunjungi siapa saja. Mulai dari pecinta buku, penulis, pengrajin, ibu rumah tangga yang suka merajut, atau seorang tongkronger.

Tobucil didirikan pada tanggal 2 Mei 2001. Namun saya baru mengetahui tempat ini tahun 2007 dan berkunjung untuk pertama kalinya setahun kemudian bersama seorang teman. Saya masih ingat, hari Sabtu itu Tobucil sepi sekali. Saya dan teman saya hanya melihat-lihat buku-buku dan barang-barang lain yang dijual di Tobucil, memesan teh manis dan mencari informasi mengenai kegiatan yang ada di sana.

Banyak sekali kegiatan yang ada di Tobucil. Yang ingin saya ikuti kala itu adalah klab nulis. Ada juga klab merajut. Seandainya saya berdomisili persis di Bandung, mungkin saya akan mengikuti dua-duanya. Alasannya bukan hanya karena saya ingin serius belajar menulis dan ingin mencoba sesuatu yang lain dengan belajar merajut, namun karena saya suka tempatnya. Nyaman, bebas, seperti rumah sendiri.

Ya, setahu saya banyak yang bilang Tobucil itu rumah. Tepatnya, rumah kedua. Tidak heran, saya sendiri kadang merasa di tempat inilah kita bisa menemukan apa yang kita cari, terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan kreativitas, seperti menulis atau kerajinan tangan. Bagi yang suka filsafat, mereka pun bisa bergabung dengan Madrasah Falsafah yang biasanya digelar saban Rabu petang. Atau para penggemar musik, juga bisa mengikuti Klab Klasik di hari Minggu.

Singkatnya, kita bisa melakukan hobi kita di Tobucil. Suka merajut? Kekurangan benang atau ingin mendapatkan benang rajut yang berkualitas bagus? Tobucil menyediakan. Tinggal memilih warna yang ingin digunakan.

Itu belum semua. Setahun sekali Tobucil menyediakan ruang untuk memamerkan karya kalian di acara Crafty Days. Saya pernah mengunjungi  acara tersebut. Seru. Bahkan saya pernah ikut belajar merenda dan melipat kertas (origami) tanpa dikenakan biaya. Malah dapat bonus benang dan kertas, serta ilmu.

Oh ya, buku-buku yang dijual di Tobucil juga cukup banyak. Buku-buku sastra, novel, puisi, filsafat, bahkan crafty, semua ada. Tobucil juga menjual buku-buku lama yang sulit kita temukan di tempat lain. Misalnya saja buku Ngalanglang Kasusastran Sunda-nya Ajip Rosidi. Saya membutuhkan buku itu untuk referensi Satin Merah. Dulu saya harus meminjam buku tersebut ke teman karena mencari di toko buku dan tempat penjualan buku lain di Bandung, saya tidak menemukannya. Ketika main ke Tobucil, saya menemukan buku tersebut. Beruntungnya.

Rasanya cukup saya berbicara tentang Tobucil. Kalau kalian penasaran, silakan datang sendiri. Bersama teman atau sendiri saja (seperti biasa saya lakukan). Ikut klab atau cuma nongkrong, tidak masalah. [Gambar: Tobucil]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.