Pulang Kampung

Tahun ini, kami merayakan lebaran di kampung halaman saya: Cicalengka. Setiap tahun pun, kami pulang ke Cicalengka. Namun tidak pada waktu lebaran. Sebagai freelancer yang tidak punya jam kerja yang tetap, kami merasa bebas pergi ke mana saja kapanpun kami mau. Termasuk untuk pulang kampung.

Terus, kenapa tahun ini kami memilih mudik  pas lebaran? 

Kiara sudah sekolah. Walaupun masih taman kanak-kanak, kami tidak mau dia membolos berhari-hari dengan alasan pulang ke desa. Jadi, untuk pulang kampung, kami menunggu libur panjang. Bisa saja sih waktu liburan semester pertama kemarin. Tetapi karena ada musim hujan yang bikin males bepergian, baru sekarang kami pulang ke Cicalengka. Biar momennya juga pas.

Karena baru pertama kali mudik di bulan puasa, jadinya saya dagdigdug, takut kalau-kalau ada yang ketinggalan, perlengkapan yang kurang, tiba-tiba sakit, dll. Tapi alhamdulillah kami bisa sampai di rumah dengan selamat.

Dan pada akhirnya, saya punya sedikit tips mudik berdasarkan perjalanan kemarin. Supaya kalau mudik lebaran di tahun-tahun mendatang juga bisa kami jalani dengan lebih baik. Ini khusus untuk perjalanan jarak jauh dan naik kereta api.

– Pesan tiket paling telat sejak tiga bulan sebelumnya. Saya pesan tiket bulan Maret dan hampir kehabisan untuk keberangkatan tanggal 8 Juni. Harusnya saya pesan tiket sejak empat bulan sebelum keberangkatan.
– Bawa pakaian seperlunya. Di rumah mama kan saya bisa nyuci, jadi tidak perlu bawa baju banyak-banyak untuk liburan di kampung.
– Bawa bekal makanan secukupnya. Saya dan suami berangkat dalam keadaan puasa. Jadi kami hanya satu kali makan, sementara anak-anak dua kali. Plus ngemil. Meski begitu, kami khawatir fisik kami tidak kuat selama perjalanan. Jadi, saya bawa bekal untuk dua kali makan. Eh, ternyata kami kuat menahan lapar sampai magrib. Sudah begitu, kami dapat takjil gratis dari PT KAI. Bekal nasi yang saya bawa tidak dimakan deh.
– Jangan memaksakan diri membawa banyak barang. Selain repot, ini juga bisa bikin kereta penuh. Gunakan jasa Paket Posindo, JNE, atau apapun itu untuk mengirimkan oleh-oleh dalam bentuk kering atau pakaian.
– Hindari membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Bawa uang secukupnya saja untuk keperluan selama di jalan. Itupun sebaiknya disimpan tidak di satu tempat, melainkan disebar ke tempat-tempat lain atau kantong yang aman.

Selamat berlibur, teman-teman. Selamat lebaran dan berkumpul bersama keluarga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *