Api

Malam sunyi. Tak ada suara apapun terdengar. Damai. Semua orang bisa terlelap, melupakan pekerjaan yang belum selesai, mengabaikan masalah yang tidak ada habisnya.

Namun saat siang, suasana kembali bergejolak. Atmosfer memanas. Api memercik. Sedikit saja tersiram bensin, kebakaran.

Jika bertingkah dan berucap, kita bisa ikut terbakar. Bahkan sedikit saja gerakan, akan turut merasakan panas. Termasuk ketika kita berusaha mengenyahkan hawa panas itu.

Saat malam, kedamaian datang. Karena lelah, kita kadang tidak menyadari kehadirannya. Seolah tidak pernah ada masalah. Huru-hara berubah menjadi asap, lantas lenyap, menyatu dengan udara.

Namun, tak akan habis cerita, selama bumi masih berputar.

Semoga damai selalu di muka bumi.

Minimal Rapi

Mengubah gaya hidup tidaklah mudah. Dulu saya pernah diet makanan ber-MSG dan mengurangi asupan gula pasir. Namun tidak bertahan lama. Saya kembali makan bakso dan membiarkan si abang tukang bakso menambahkan vetsin ke dalam porsi bakso pesanan saya. Pun saya kembali mengonsumsi gula pasir karena madu terkadang menimbulkan rasa aneh dalam teh hijau yang saya seduh. Sampai sekarang, saya tidak pernah diet apapun lagi. Saya makan dan minum apa saja yang saya mau.

Continue reading “Minimal Rapi”

Bus Kuning di Surabaya

Sudah membaca kumcer Bus Kuning?

Sebetulnya, bus kuning adalah sebuah bus di Universitas Padjadajaran, Jatinangor. Karena luasnya lahan perguruan tinggi itu, jarak antara gerbang dengan fakultas sastra atau antar fakultas jadi berjauhan. Karenanya ada moda transportasi di kampus. Salah satunya sebuah bus besar berwarna kuning.

Kiara berdiri di depan Bus Suroboyo.

Jarak antara gerbang kampus dengan fakultas sastra sebetulnya tidak begitu jauh, hanya jalannya menanjak. Membuat kami kerap ngos-ngosan kalau berjalan kaki. Nah, bus kuning adalah solusi supaya kami tidak kelelahan.

Continue reading “Bus Kuning di Surabaya”