Nol

Nol lahir tanpa ujung dan sudut. Tidak ada awal dan sulit menentukan di mana ia berakhir. Nol tidak menghadirkan perhentian maupun persinggahan. Nol adalah siklus, repetisi. Mungkin karena sifat repetitifnya itu, tidak ada lagi nilai yang bisa kita lihat. Pengulangan mengundang kejenuhan. Dan kejenuhan adalah pangkal ketidakpedulian.

Nol adalah suaka. Ia membatasi apa yang di luar dan di dalam. Namun di balik sifat melindunginya, nol juga identik dengan hampa. Kosong. Kita selalu mengucapkan “kosong” untuk nol saat menyebutkan nomor telepon. Seolah-olah nol tidak ada artinya selain untuk membedakan nomor yang satu dengan yang lain.

Padahal kalau digandeng di belakang sebuah angka, nol bisa memberi nilai lebih. Semakin banyak nol mengikuti, semakin besar nilai sebuah angka.

Apa arti nol buatmu?

Published by Rie Yanti

I am a writer at Warung Fiksi. Please visit this page to know me more. Don't forget to circle me at Google+.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.