Menyusun Ucapan Lebaran

Membaca ucapan-ucapan lebaran. Saya jadi ingat zaman SMP dulu. Ketika saya dan teman-teman saling bertukar kartu lebaran bergambar lucu. Benar-benar saling bertukar, karena kami memberikannya secara langsung, tanpa melalui pos. Di kartu itu sebetulnya sudah ada kata-kata yang juga lucu. Namun tidak jarang kami menambahkan sedikit basa-basi atau humor yang ditulis menggunakan spidol atau bolpoin warna-warni.

Zaman SMA, masih ada tradisi tuker-tukeran kartu lebaran, tapi tidak banyak. Dan karena beberapa teman berdomisili di lain kota, ada juga yang mengirim via pos. Di zaman ini, kami sudah sedikit dewasa. Malah kartu yang dipilih pun lebih banyak yang bergambar serius. Dalam hal ini misalnya lukisan masjid atau gambar ketupat. Pilihan ucapannya pun bukan lagi semata basa-basi atau guyonan, tapi juga puisi.

Kuliah, sudah zamannya hp. Ucapan lebaran dikirim via SMS. Ada ucapan yang serius, ada juga yang lucu-lucuan. Sampai sekarang pun begitu. Bahkan media sosial memegang peran juga dalam menyebarkan ucapan lebaran ini, terutama secara gratis.

Di antara berbagai ucapan itu, ada yang seragam, ada juga yang unik. Seragam karena saya mendapatkan satu ucapan yang sama dari beberapa teman. Biasanya melalui SMS. Entah dari mana mereka memperolehnya. Beli atau meneruskan SMS yang mereka terima. Namun belakangan, saya perhatikan teman-teman saya menyusun sendiri ucapannya. Baguslah. Setidaknya lebaran membuat orang-orang jadi kreatif.

Sayang, saya tidak termasuk orang yang ikut-ikutan bikin ucapan lebaran seperti itu. Mungkin ini aneh. Tapi serius, saya tidak piawai membuat ucapan lebaran. Waktu kuliah saya membuatnya sendiri. Biar tampak beda dari ucapan-ucapan lain. Tapi kalau dibaca-baca ulang, saya malah nggak pede. Ucapan lebaran yang saya buat terkesan norak.

Karenanya, beberapa tahun belakangan ini saya tidak membuat ucapan lebaran. Baik di SMS maupun media sosial. Paling banter saya hanya mengucapkan kalimat standar, “Selamat Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Yang penting kan niat mengucapkannya tulus, bukan sekadar pamer kemampuan mengolah kata.

4 thoughts on “Menyusun Ucapan Lebaran

  1. Brahm

    Yg paling enak tuh kirim SMS “Sama2 ya :)” Meski orang itu nggak kirim SMS dulu, tetep saja kita kirimi “Sama2 ya :)” Hahaha, orang pasti tetep nangkep maksudnya. Dan mungkin ketawa terkikik2 jg bacanya.

    Reply
  2. Rie Post author

    Euh… itu mah SMS nggak jelas atuh. Kalo orangnya mau bilang, “Wajahku ternyata jelek ya?” terus Aa bilang, “sama-sama,” berarti Aa sama2 jelek kayak dia. Hahaha…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.