Mengenang Kehamilan

Rasanya seperti baru kemarin saya dan suami pergi ke apotek untuk membeli testpack. Pilih-pilih, akhirnya kami membeli testpack yang biasa saja, karena apa pun hasilnya kami akan tetap periksa ke dokter. Lalu subuh-subuh sebelum salat, saya ke kamar mandi dan menampung urin ke dalam wadah plastik kecil. Lantas batang testpack dicelupkan ke dalamnya. Beberapa menit menunggu, tampak dua garis merah. Mula-mula samar kemudian jelas. Spontan saya melonjak girang. Akhirnya saya hamil!

Selama 39 minggu, tubuh saya beradaptasi dengan kondisi baru. Ada beberapa keluhan. Namun lebih banyak hal yang menarik dan berkesan.

Saya bisa seharian di tempat tidur sambil mendengarkan musik favorit. Ini terjadi pada trimester pertama kehamilan. Mood yang jelek terus membuat saya malas ngapa-ngapain, selain juga karena banyak pantangan yang dijejalkan ke telinga saya: tidak boleh jongkok, tidak boleh naik-turun tangga, tidak boleh lari-lari, tidak boleh terlalu capek. Plus, berbagai mitos yang juga turut meramaikan gendang telinga saya. Jadilah hari demi hari lebih banyak saya habiskan dengan malas-malasan. Termasuk malas makan. Kehamilan sempat membuat nafsu makan berkurang. Saya juga jadi musuhan dengan bawang dan mi goreng serta segan dengan nasi dan susu coklat. Berat badan sempat menyusut satu kilogram. Supaya badan tidak lemas-lemas banget, biskuit, madu atau sari kurma pun jadi suplemen.

Namun ada satu kegiatan yang ampuh membuat saya bersemangat menjalani kehamilan. Hampir setiap hari saya membaca artikel tentang perkembangan janin dari minggu ke minggu. Dari internet. Paling berkesan kalau sekalian melihat gambarnya juga. Menakjubkan sekali kehidupan di dalam perut yang dijalani oleh janin. Ia bertransformasi dari kantong kecil sampai membentuk wujud manusia dewasa dalam ukuran mungil. Perlahan tapi pasti, secara bertahap, bagian-bagian tubuhnya terbentuk: kepalanya, wajahnya, tangannya, jemarinya, kakinya, rambutnya… Saya merasa narsis jadi perempuan, karena di dalam tubuh saya, tumbuh cikal bakal manusia. Tubuh saya benar-benar berguna: perut dan rahim untuk mengandung, vagina untuk melahirkan, payudara untuk menyusui, dan lengan untuk menggendong si kecil.

Belum lagi saat janin mulai bergerak-gerak. Awalnya suatu pagi saat saya sedang memasak, terasa ada butterfly. Karena tidak begitu kentara, saya pun ragu itu gerakan janin. Tapi lama-lama, gerakan semakin terasa kuat dan akhirnya kencang. Apalagi ketika saya menonton The Dark Knight Rises dan The Expendables di 21. Suara yang membahana membuat gerakan janin sangat kencang dan aktif. Bahkan mungkin saking aktifnya, janin sempat sungsang saat usia kehamilan 24 minggu. Tapi wajar kok, ukurannya masih kecil. Ia bisa bergerak bebas di dalam perut. Dan ini bukan masalah selama terjadi pada trimester kedua, karena masih ada kemungkinan janin akan kembali pada posisi kepala di bawah dan kaki di atas.

Tidak ketinggalan, menginjak usia kehamilan 24 minggu pun baju-baju sudah tidak muat. Meski sudah memasuki usia kehamilan trimester kedua, tubuh saya sebetulnya masih terlihat kecil. Orang-orang bahkan tidak akan ngeh saya hamil kalau tidak saya beritahu. Sempat tidak PD juga karena saya seperti ibu hamil yang kurang gizi. Tapi selama dokter mengatakan saya sehat, janin dalam kondisi bagus dan berat badannya normal, saya pun tenang-tenang saja. Malah saya merasa beruntung karena bisa menunda belanja baju hamil. Celana jins yang biasa saya kenakan sebelum hamil pun masih bisa saya pakai.

Minum air kelapa muda juga tidak luput dari agenda. Saya tidak sekadar mengikuti mitos supaya bayinya bersih. Sebab menurut dokter, air kelapa muda bisa membuat air ketuban jernih. Saya senang-senang saja disuruh minum air kelapa muda. Bahkan mulai usia kehamilan 30 minggu, sekalian jalan sore di kompleks, saya kadang menyempatkan mampir ke kedai degan. Menikmati air kelapa muda untuk menghilangkan rasa haus dan memulihkan kondisi tubuh yang mulai capek jalan-jalan, dan kadang-kadang ngobrol dengan ibu penjualnya.

Tidak setiap hari saya jalan sore. Dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali saja. Apalagi saat usia kehamilan 36 minggu. Saya mulai dikarantina. Jalan sore keliling kompleks hanya kalau ditemani suami. Sebagai gantinya, saya jalan kaki di halaman rumah saban pagi selama 30 sampai 60 menit. 50 sampai 100 keliling. Sorenya, senam hamil. Ini dilakukan setiap hari. Makanya tidak heran kalau ketika waktunya melahirkan, ketuban duluan yang pecah, yang disinyalir suster gara-gara saya kecapekan. Salah saya sendiri sih, sok merasa kuat. Tapi sebetulnya sejak awal hamil pun saya sudah dilatih suami supaya kuat. Kadang-kadang kami jalan-jalan sampai jauh sekali. Sekadar untuk memfotokopi atau membeli mi ayam. Atau naik sepeda motor dibonceng suami.

Yang tidak kalah menyenangkan selama kehamilan… apa lagi kalau bukan belanja perlengkapan bayi! Menyenangkan sekaligus membingungkan. Menyenangkan karena pada dasarnya saya suka belanja. Belum lagi kalau melihat perlengkapan bayi, terutama baju, yang lucu-lucu. Nyaris kalap belanja.

Untungnya saya punya daftar barang yang harus dibeli. Tapi belanja perlengkapan bayi pun membingungkan, karena saya tidak tahu ukuran bayinya, termasuk besar atau tergolong kecil. Juga jenis kelamin. Meski USG menunjukkan bayi saya perempuan, tapi bagaimana kalau meleset jadi laki-laki? Sebagai solusi, saya tidak membeli banyak barang berwarna pink. Untuk modelnya pun saya pilih yang uniseks. Dan ukuran saya pilih dua macam, yang besar dan yang standar. Kalaupun kebesaran, bisa dipakai kalau bayinya sudah besar.

Mengingat hal-hal menarik selama kehamilan, saya bukannya ingin hamil lagi dalam waktu dekat. Saya hanya menyadari bahwa masa kehamilan, sekalipun banyak keluhan, tetap merupakan masa yang indah. Selama 9 bulan 3 hari, saya seperti membawa guci mahal ke mana-mana. Mau apa-apa harus hati-hati supaya gucinya tidak pecah. Saat masih hamil, saya kerap merasa tidak bebas lagi. Tapi nyatanya setelah melahirkan, saya makin tidak bebas lagi.

Yang perlu diingat, tidak setiap orang mengalami masa kehamilan yang sama. Ada yang kehamilannya lancar jaya. Ada juga yang mengalami masalah. Misalnya pendarahan, sering flu, sakit mata, dan entah apa lagi. Setiap kehamilan itu unik dan personal. Barangkali, ini juga yang membuat setiap orang tidak ada yang sama.


BTW, bagi Anda yang tertarik dengan buku laris Cara Cepat Hamil, silakan merapat ke sini. Ada diskon khusus plus gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia! Atau cukup isi formulir di bawah ini:

4 thoughts on “Mengenang Kehamilan

  1. Pingback: Mengenang Kehamilan | Cerita Rie

  2. Rie Yanti Post author

    Hehehe… Setidaknya melalui tulisan ini aku ingin ngasih tahu para suami tentang perasaan dan kondisi istri mereka yg sedang hamil.

    Reply
  3. software apotek

    Excellent post. I used to be checking constantly this blog and I’m inspired!
    Very helpful info particularly the closing section 🙂 I maintain such information much.
    I was seeking this certain information for a very lengthy time.
    Thanks and best of luck.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.