Mendengarkan Radio

Saatnya me time! Kiara sudah tidur. Saya masih harus menyelesaikan sisa pekerjaan domestik sebelum benar-benar bisa duduk nyaman di kasur. Di hadapan layar netbook. Bukan untuk nonton film walau sesekali saya nonton juga. Tiap malam saya menyalakan netbook, kalau bukan untuk online, ya untuk bekerja. Jadi sebetulnya, jika dibilang me time, bukan juga. Tapi, ada satu kegiatan yang bisa saya lakukan seraya bekerja: mendengarkan radio.

Radio yang saya pakai adalah radionya hp. Saya tahu, sekarang ini banyak orang yang memakai internet radio. Cuma saya tidak latah. Saya pakai internet seperlunya saja, buat browsing, mailing, bermedia sosial, posting blog. Itu pun tidak tiap hari.

Terserah mau bilang saya gaptek, konvensional, atau apa. Toh, saya mendengarkan radio buat kesenangan sendiri semata. Untuk bernostalgia, menghibur diri setelah seharian mengurus si upik, berkutat dengan pekerjaan rumah tangga, bingung belanja dan masak apa.

Sejak masih remaja, radio selalu menjadi pelarian saya, baik saat senang maupun bad mood. Teman-teman pasti pernah naksir seseorang tapi malu-malu kucing, bete karena orang yang ditaksir ternyata sudah punya pacar, dan sederet masalah remaja lainnya. Pada saat-saat seperti itulah lagu ibarat sahabat yang selalu mengerti perasaan kita, psikolog yang memberi advice atau solusi tanpa menggurui, penghibur tanpa pamrih. Nah, dari mana kita mendapatkan lagu-lagu itu?

Televisi, bisa. Apalagi zaman saya ABG dulu, MTV sedang heboh-hebohnya. Melalui televisi pun, kita bisa melihat cakepnya Mark Westlife yang bisa menjadi pengobat patah hati, atau koreografi BSB yang bisa memberi ide tarian untuk perpisahan sekolah. Pokoknya dengan menonton (M)TV, kita bisa mendapatkan paket hiburan all in one.

Sayangnya, saya kurang suka nonton tv. Menonton tv membuat saya harus terus duduk atau berbaring di kursi atau sofa. Mau ditinggal untuk ngambil air minum, nanti ada bagian acara yang terlewat. Selain itu, karena masalah mata dan saya nggak rajin pakai kacamata, saya gampang pusing kalau nonton tv kelamaan.

Sementara kalau ingin mendengarkan lagu-lagu favorit, saya lari ke radio tape. Saat sedang punya uang, saya beli kasetnya. Jadi saya bisa mendengarkan lagu kesukaan saya kapan saja saya mau. Tapi tidak semua kaset bisa saya beli. Ada banyak lagu yang saya dengarkan lewat radio.

Dan kalau dirasa-rasa, mendengarkan lagu via radio lebih nikmat ketimbang via kaset. Mungkin karena pengaruh rasa bosan sebab keseringan mendengarkan. Sedangkan kalau melalui radio, kadang saya dapet lagunya cuma sepotong, dan ini membuat saya penasaran serta kangen terus dengan lagu tersebut.

Mendengarkan radio juga membuat saya seperti seorang pejuang tangguh. Pantang berhenti memutar tuning sebelum mendapatkan lagu yang saya suka. Ketika masih tinggal di Bandung, bisa seharian saya menyetel radio dan mencari lagu yang saya suka. Kalau capek mencari lagu favorit, saya pantengin stasiun radio favorit saya yang memutar lagu-lagu easy listening. Tapi saya sendiri sebetulnya tidak fanatik dengan satu aliran musik. Cuma kalau pengin istirahat, jazz atau pop klasik menjadi pilihan saya.

Dengan mendengarkan radio pula, saya bisa mendapat informasi atau hiburan selain musik, misalnya guyonan penyiar. Pokoknya saya dan radio adalah teman baik. Saya bisa menyimak acara radio sambil multi-tasking, misalnya beres-beres kamar, menulis, membaca. Saat sedang di jalan pun jika bersama kakak saya, kami pasti mendengarkan radio. Seringnya saya mengikuti selera dia. Namun justru dari situ, saya bisa berkenalan dengan musik-musik lawas yang ngehit di era ’80-an.

Bahkan saya pernah baca, mendengarkan radio bagi anak-anak pun ada gunanya. Yakni bisa mengasah imajinasi mereka karena anak-anak hanya mendengarkan suaranya. Bandingkan dengan televisi yang membuat anak malas karena mereka mendapatkan rangsangan audio visual sekaligus. Asal, orang tua harus mendampingi si anak saat mendengarkan radio dan memilihkan acara atau musik yang sesuai dengan usia si anak.

Jadi, bukan ide yang buruk jika teman-teman masih menyimpan pesawat radio di gudang dan menggunakannya kembali untuk menemani bekerja atau melakukan kegiatan lain. Bukan ide buruk juga kalau teman-teman lebih suka mendengarkan radio lewat internet. Juga, bukan ide yang buruk jika teman-teman mematikan pesawat tv dan menyalakan radio. [Gambar: http://typennington.com]

2 thoughts on “Mendengarkan Radio

  1. Mochamad Yusuf

    Di rumah saya dan istri juga suka mendengarkan radio. Bahkan di mobil juga. Bangun tidur langsung menyalakan radio. Itu juga seperti alarm bagi anak-anak untuk bangun. Juga mendapat siraman rohani. Saya sendiri malah membawa radio sendiri ke kantor. Sekarang kalau malam, saya malas bawa radio, radionya ada di kamar Zidan, saya nyalakan radio lewat HP. Kayak kamu. Tapi radio yang kita putar adalah radio SS. Minim musik… Hehehe.

    Reply
  2. Rie Yanti Post author

    Ya kalo orang radio atau pernah kerja di radio, memang harus dengerin radio 😀

    Aku malem-malem denger radio, cari lagu favorit atau info yang kubutuhkan, biar bisa melek. Maklum, aku cuma bisa kerja pas malem, kalo Kiara udah tidur.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *