Mempersiapkan Perlengkapan Bayi dan Menyusui

Mempersiapkan perlengkapan bayi, apalagi untuk anak pertama, adalah sebuah kegiatan yang berpotensi menimbulkan dilema, lantaran jenis kelamin yang belum pasti, ukuran tubuh bayi yang entah besar atau kecil, terpakai tidaknya sebuah barang, dsb. Tapi, kegiatan ini juga sangat menyenangkan, terutama bagi calon ibu. Karena biasanya kaum perempuan gila belanja, dan mempersiapkan perlengkapan bayi adalah sebuah keharusan.

Supaya tidak terlalu bingung, saya akan memberikan daftar perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan para calon ibu, berdasarkan pengalaman sendiri saat menyambut kelahiran Kiara. Pada beberapa barang, jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tidak mutlak mengikuti daftar yang saya berikan.

Pakaian Bayi

  1. Kain bedong 1 lusin. Kalaupun hanya dipakai sebentar, kain bedong tetap bisa digunakan sebagai alas ompol.
  2. Popok kain 2-3 lusin. Ada kalanya pada musim hujan, popok lama kering, sehingga perlu popok lebih banyak.
  3. Alas ompol atau popok lorek-lorek. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah popok. Kalau mau ekonomis, belilah kain lorek-lorek meteran kemudian potong dan jahit sendiri.
  4. Baju lengan pendek 6 buah.
  5. Baju lengan panjang 4 buah.
  6. Baju tanpa lengan (kutung) 4 buah.
  7. Kaos singlet. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah baju atasan. Tapi kalau tinggal di daerah berhawa panas, kaos singlet tidak mutlak diperlukan.
  8. Celana panjang 1 lusin.
  9. Celana pendek 1 lusin.
  10. Baju setelan atau jumper untuk bepergian 1-2 buah.
  11. Sarung tangan dan sarung kaki masing-masing  6 pasang. Biasanya dijual satu set.
  12. Sleber atau tadah liur alias celemek kecil 3 buah.
  13. Jaket bayi. Ini opsional, karena dipakai kalau bepergian saja. Tapi kalau bayi sudah memakai bedong dan selimut, tidak perlu memakai jaket lagi. Sebab walaupun bayi suka kehangatan, jika memakai terlalu banyak pelindung dia akan kegerahan.
  14. Kaos kaki bayi 2 pasang.
  15. Topi.

Perlengkapan Tidur

  1. Kasur atau boks bayi.
  2. Bantal peang. Ada yang menyarankan penggunaan bantal peang, ada juga yang tidak. Bantal peang sendiri berfungsi untuk menahan kepala bayi supaya tidak miring ke kanan atau kiri sehingga membuat kepalanya peang.
  3. Bantal dan guling. Dijual satu set, plus sarungnya.
  4. Kelambu model tudung saji. Bisa juga yang satu set dengan kasur bayi.
  5. Perlak.
  6. Selimut bertopi.

Perlengkapan Mandi dan Kosmetik

  1. Bak mandi bayi. Untuk bayi baru lahir, pillih bak mandi kecil yang khusus untuk bayi baru lahir. Jika tidak ada, boleh menggunakan bak mandi yang ukurannya agak besar.
  2. Baskom. Gunanya untuk menampung air buat wash lap atau mengompres si kecil kalau sakit.
  3. Perlak. Bedakan dengan perlak tidur untuk memudahkan penggunaan dan penyimpanan.
  4. Handuk 2-3 buah. Pilih yang berbahan lembut, khusus untuk bayi.
  5. Wash lap 2-3 buah.
  6. Kosmetik bayi. Bayi baru lahir sebaiknya tidak dipakaikan macam-macam kosmetik. Cukup sediakan sampo, sabun (bisa juga yang 2 in 1 dengan sampo alias top to toe), baby oil, minyak telon, bedak, dan baby cream atau krim anti ruam popok.
  7. Sisir bayi.
  8. Gunting kuku bayi (model gunting).
  9. Cotton bud.
  10. Kapas bola.
  11. Kasa steril, basah dan kering. Kasa yang basah mengandung alkohol, berguna untuk membungkus tali pusar yang belum puput. Sedangkan kasa yang kering berguna untuk membersihkan mulut bayi dan alat kelamin pada bayi perempuan.

Perlengkapan Lainnya

  1. Perlak kecil. Berguna saat bayi digendong atau bisa juga untuk tidur.
  2. Gendongan. Bisa yang berupa selendang atau jarit, bisa juga yang memakai ring. Atau gendongan model wrap yang sedang ngetren belakangan ini.
  3. Pampers atau clodi. Malas nyuci popok seabrek-abrek? Gunakan saja pampers atau clodi (cloth diaper) alias popok kain, atau disebut juga pampers kain. Fungsi dan cara kerjanya sama dengan pampers. Bedanya, pampers tidak bisa dipakai ulang, sedangkan clodi bisa dicuci sehingga bisa dipakai berkali-kali.
  4. Stroller.
  5. Termometer.
  6. Tas bayi. Pilih yang berukuran sedang atau besar supaya bisa memuat perlengkapan bayi dalam jumlah banyak ketika bepergian.
  7. Sleeping bag. Benda ini bisa menggantikan selimut bertopi dan berguna untuk membawa bayi saat bepergian.
  8. Jemuran gantung 2 buah.
  9. Deterjen khusus baju bayi atau deterjen cair biasa.
  10. Ember 2-3 buah. Untuk menampung popok atau baju yang terkena pipis atau pup, dan menampung cucian kering.
  11. Alkohol 70%.
  12. Anting. Khusus untuk bayi perempuan. Bawalah antingnya pada saat akan melahirkan sehingga setelah dilahirkan, bayi bisa langsung ditindik.
  13. Kabinet atau lemari kecil.

Di toko perlengkapan bayi, biasanya juga ada perlengkapan menyusui. Nah, sebagai bonus, saya sertakan juga daftar perlengkapan menyusui di sini.

  1. Baju menyusui. Standarnya berupa daster (untuk di rumah) dan blus berkancing. Tapi sekarang, baju menyusui banyak modelnya. Tinggal pilih mana yang sesuai selera dan kenyamanan ibu.
  2. Bra menyusui. Tidak wajib punya. Tergantung selera dan kenyamanan ibu saja.
  3. Bantal menyusui. Lama menyusui pada setiap bayi tidak sama. Ada yang sebentar, ada juga yang sampai berjam-jam. Daripada pegal menggendong terus, gunakan bantal menyusui untuk menyangga bayi.
  4. Celemek menyusui. Tidak semua tempat umum menyediakan pojok laktasi. Daripada menyalahkan manajemen tempat tersebut, lebih baik bawa celemek menyusui ke mana pun ibu pergi bersama sang buah hati. Dengan celemek menyusui, ibu bisa menyusui di mana saja tanpa harus malu karena bagian dada terlihat.
  5. Breast pump. Walaupun tidak ada rencana bekerja di luar, memompa ASI kadang diperlukan. Sehingga jika ibu harus pergi, bayi bisa tetap minum ASI.
  6. Breast pad. Kalau ASI keluar kelewat lancar alias banjir ASI, bra bahkan pakaian bisa basah. Gunanya breast pad adalah untuk menyerap ASI yang berlebihan. Tapi breast pad juga bisa diganti dengan wash lap.
  7. Botol dot atau botol beling kecil bekas minuman. ASIP yang disimpan di dalam freezer harus dimasukkan ke dalam botol. Bisa botol dot plastik, atau lebih baik lagi botol beling. Untuk ibu bekerja, siapkan botol dalam jumlah banyak.
  8. Nursing cream. Berguna untuk melindungi puting dari lecet atau luka.

Karena banyak sekali barang yang harus dibeli, belanjalah secara mencicil sesuai kemampuan. Belanjalah pada saat usia kehamilan sekitar 30-36 minggu. Karena pada minggu-minggu ini badan masih fit. Sekalian olahraga jalan-jalan. Patuhi daftar belanja supaya tidak terjadi pemborosan. Supaya lebih ekonomis, belanja di tempat grosir adalah pilihan yang bijak. Namun perhatikan kualitas barangnya, mengingat ini perlengkapan bayi. Sebab ada saja produsen yang tidak memperhatikan kualitas barang. Pastikan perlengkapan yang dibeli aman bagi bayi.

Mendapat barang lungsuran dari saudara atau teman? Jangan ditolak selama barang tersebut masih layak digunakan. Karena kebutuhan bayi akan semakin banyak ke depannya, berusahalah untuk menerapkan pola praktis dan ekonomis. Misalnya, pilih baju bayi yang berukuran besar sehingga bisa dipakai lebih lama daripada yang kecil tapi dipakai sebentar.

Selamat belanja dan menikmati kehamilan 🙂

11 thoughts on “Mempersiapkan Perlengkapan Bayi dan Menyusui

  1. Pingback: Mempersiapkan Perlengkapan Bayi dan Menyusui | Cerita Rie

  2. Rie Yanti Post author

    @Pen Pen: Atau disimpen buat kenang2an 🙂

    @Pak Yusuf: Iya dong. Makanya belanjanya nyicil saking banyaknya barang yg harus dibeli.

    Reply
  3. Pingback: Bersih, Segar, dan Wangi | rie yanti

  4. http://ymlp.com/z6g4Wq

    Wonderful work! This is the type of info that are meant to be shared across the web.
    Disgrace on the search engines for now not positioning this post upper!
    Come on over and talk over with my site . Thanks =)

    Reply
  5. lawyer mn

    While we all love to spoil our pets, there are times that
    our fur-kids do not seem to get the same enjoyment out of a mass manufactured product as those
    that come from an individual crafter. I have a cat tree available in every room of my home.
    This means that everyone needs to know what rooms the cat is allowed
    in.

    my blog :: lawyer mn

    Reply
  6. Pingback: 1000 Hari yang Penuh Kesan | rie yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *