Makanan Bayi Tak Cuma Bubur

Kadang kalau jalan-jalan pagi sambil menyuapi Kiara, suka ada tetangga yang nanya, “Makannya bubur ya?” Atau kalau ketahuan Kiara dikasih kentang, pertanyaannya lain lagi: “Kok nggak pake nasi?”

Jadi pengin teriak deh: makanan bayi tidak cuma bubur. Lagipula Kiara sekarang sudah 16 bulan. Masa makan bubur terus? Kapan gedenya? Dan makan itu nggak harus pakai nasi. Apalagi Kiara kadang-kadang GTM; tidak mau makan nasi. Atas saran teman dan hasil browsing-browsing, nasinya saya ganti dengan karbo lain seperti kentang atau pasta. Atau untuk sarapan, kadang saya berikan roti, salah satu makanan favorit Kiara.

Orang-orang bertanya begitu barangkali karena menu makan Kiara tergolong tidak biasa (halah!). Tapi sebetulnya, saya ngasih Kiara makan berdasarkan umurnya. Bubur lembut cuma berlaku ketika Kiara enam bulan. Kiara tujuh bulan, makannya buring alias bubur saring. Sembilan bulan, bubur nasi sungguhan. Sebelas bulan, bubur tim. Maksudnya sih nasi tim. Tapi berhubung malas masak menggunakan panci besar dan kecil, ya sudah nasi timnya dibikin seperti bubur, tapi berasnya tidak sampai hancur.

Dan sekarang, Kiara makan nasi lembek, atau nasi biasa yang digerus sampai agak lembut.

Kiara juga sudah mengenal buah sejak usia enam bulan. Malah pertama kali diberi MPASI, Kiara saya beri pepaya. Hasilnya? Dia mencret, hehehe. Setelah itu diganti pisang, kemudian melon. Seterusnya, sari atau pure buah saya campurkan ke bubur tepung beras merahnya. Sedangkan sayuran, baru diberikan setelah Kiara tujuh bulan. Dan protein hewani saya perkenalkan ketika Kiara delapan bulan. Semua itu mengacu pada anjuran pemberian MPASI menurut Wied Harry.

Oh ya, Kiara juga sudah mencicipi ubi, labu kuning dan kentang dalam bentuk pure ketika masih tujuh bulan. Alasannya sih supaya dia tidak kebosanan makan bubur tepung beras melulu. Pun, bayi kan harus diberi makanan yang beragam. Selain supaya nutrisinya terpenuhi, juga supaya lidahnya mengenal dan terbiasa dengan berbagai rasa makanan yang ada di bumi ini. Jadi kelak makannya tidak telur lagi, telur lagi.

Saya tadinya juga sempat bingung dengan menu MPASI. Malah sempat terpikir untuk membeli makanan bayi instan. Namun, berapa rupiah yang harus saya keluarkan untuk berkotak-kotak makanan bayi instan? Dan lebih dari itu, makanan instan belum tentu bikin sehat, meski bayi pasti bakalan suka karena rasanya yang lezat.

Akhirnya saya browsing-browsing dan mendapatkan banyak resep MPASI rumahan. Kalau melihat resep-resep itu, sebagaimana halnya kalau saya melihat resep masakan lainnya, jadinya pengin cepat-cepat ke dapur untuk bereksperimen membuat aneka makanan bayi. Makanan bayi itu sangat beragam, ibu-ibu! Tidak harus bubur. Dan tidak perlu takut bereksperimen dengan makanan bayi. Yang penting bahan-bahannya segar dan menyehatkan.

Dan karena Kiara sekarang sudah satu tahun, saya membolehkannya makan apa saja, yang pake gula dan garam. Konon, anak yang makannya terlalu dijaga, biasanya sering sakit. Sementara yang dibiarkan makan apa saja malah lebih sehat. Saya tidak tahu ini benar atau tidak. Yang jelas, saya tetap memberikan makanan segar buat Kiara. Segar dalam artian diolah dari bahan-bahan alami, dibuat sendiri dan tidak ditambah MSG. Namun saya juga tidak terlampau kaku. Soalnya kadang-kadang ada yang ngasih makanan buat Kiara. Berhubung si manusia kecil ini sudah tahu makanan, ya dia tidak pernah menolak. Tinggal emaknya yang bingung, makanan itu aman nggak buat si Penpen. Tapi daripada bingung, ya sudah saya biarkan Kiara makan makanan itu. Saya tidak khawatir dengan efeknya nanti, sebab sehari-hari kan Kiara saya buatkan menu yang sehat.

Jadi jangan heran kalau melihat Kiara yang mau berumur 1,5 tahun ini makan spageti. Spageti termasuk karbo juga kok. Dan topingnya pasti saya buat sendiri. Makan bubur? Masih boleh. Orang dewasa saja boleh makan bubur kok. Tapi sekadar selingan saja biar tidak bosan makan nasi.

6 thoughts on “Makanan Bayi Tak Cuma Bubur

  1. online business

    We search engine marketing also provide you with samples of the
    website at regular basis. Perhaps to most normal users, it’s best to use these search engine marketing IDs as a pilot to a content management system.
    Grab a copy and as part of the content. Hiring a search engine marketing professional Toronto web design. Whether you are going to do.
    Make sure that the requirement of modern media techniques- from video marketing and search
    engine. This foundation level course explains everything
    about a particular piece of paper that where you sell you something.

    Here is my webpage online business

    Reply
  2. Pingback: Bermain atau Belajar? | rie yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *