Lain Dulu, Lain Sekarang

Sewaktu mau pulang dari RS setelah melahirkan Akira bulan Juni kemarin, saya mendapat arahan baru tentang cara-cara merawat bayi, yang berbeda dari empat tahun lalu setelah saya melahirkan Kiara.

Mulai dari cara memegang bayi saat dimandikan. Bukan lehernya yang dipegang atau disangga, melainkan ketiaknya. Ini lebih aman supaya bayi tidak mudah menggelosor saat dimandikan.

Lalu, zaman Kiara bayi masih boleh tuh pakai minyak telon. Sekarang pun tidak dilarang sih. Tapi sebaiknya dihindari. Kalau mau bayinya hangat bisa dijemur, disusui, dipeluk, digendong, diselimuti, dibedong atau pakai baju hangat. Minyak telon bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi, apalagi yang baru lahir. Jangan khawatir bayi bakal kedinginan. Bayi-bayi di negara empat musim saja tidak pakai minyak telon kok walau saat musim salju sekalipun.

Selain minyak telon, bedak juga tidak boleh ditaburkan pada kulit bayi. Bedak bisa mengurangi kadar minyak alami kulit. Malah partikelnya bisa terhirup bayi. Hindari juga pemakaian bedak di daerah genital bayi. Kalau bayinya habis pipis, bersihkan saja dengan kapas basah.

Bukan hanya minyak telon dan bedak, kosmetik lainnya juga sebaiknya tidak digunakan untuk bayi. Bayi hanya memerlukan sampo, sabun dan baby cream kalau perlu (untuk mencegah lecet, ruam popok dan kulit kering).

Mungkin ada yang berpendapat, tanpa bedak dan minyak telon, bayi jadi tidak wangi.

Abaikan saja. Bayi sudah wangi dari sononya. Jadi, tidak perlu ditambah wewangian lain. Yang penting, bayi selalu dalam keadaan bersih. Dimandikan dua kali sehari sudah cukup kok.

Bukan hanya kosmetik, baju bayi pun perlu diperhatikan. Bayi tidak perlu pakai gurita karena akan mengganggu pernapasannya. Sementara bedong masih boleh dilakukan asal tidak terlampau ketat. Kalau kedua anak saya sih tidak pakai bedong. Apalagi Kiara. Mungkin karena dia lahir saat cuaca Surabaya sedang panas-panasnya.

Oh ya. Saya masih suka mendengar pertanyaan, “berapa jam sekali bayinya menyusu?” Saya tidak pernah membuat jadwal pemberian ASI. Anak saya menyusu kapan saja dia mau, walaupun itu baru lima menit yang lalu. Karena memanf seharusnya begitu. Saat Akira baru lahir, tiap dua jam sekali malah dibangunkan untuk menyusu. Supaya tidak kuning.

Biasanya, para ibu baru belajar dari orang-orang yang lebih tua atau berpengalaman. Namun mereka tidak menyadari, bisa saja apa yang mereka terapkan sudah tidak lagi aktual. Teori lama vs teori baru. Tentu tidak selalu sama.

Lain dulu, lain sekarang. Ada baiknya kita mengecek dulu apakah teori yang diberikan orang-orang diluar tenaga medis masih relevan atau tidak. Banyak ahli baru yang bermunculan dan melakukan penelitian. Tidak rugi jika kita mengikutinya demi kebaikan anak-anak kita. Ya kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *