Inilah Makanan Favorit Kiara!

Berburu resep makanan bayi di internet menjadi semacam hobi baru buat saya selama tiga bulan kemarin. Entah berapa laman blog dan website yang saya buka sekadar untuk menyontek resep makanan bayi rumahan. Maklum, saya sempat bingung memilih makanan untuk Kiara. Lama-lama, seperti teman saya, saya menciptakan resep sendiri. Tapi ini tidak lepas dari referensi resep yang saya baca dari sana-sini.

Dan akhirnya, saya jadi ingin menulis resep makanan bayi di sini. Namun karena bukan chef dan tidak ada niat memposting resep dari awalnya, saya pun tidak punya dokumentasi gambar makanan bayi yang saya buat. Hanya ada dua. Itu pun karena salah satunya merupakan favorit Kiara dan saya ingin mendokumentasikannya untuk kenang-kenangan nanti, bukan untuk dipublikasikan. Tapi demi keperluan postingan ini, saya pamerkan juga, akhirnya.

Baiklah, saya akan membagikan beberapa resep makanan favorit Kiara.

MPASI

Pisang Halus (6+)

Bahan:
Buah pisang (ambon, raja, kepok, merlin, cavendis, sila tentukan sendiri)
ASIP

Cara membuat:
Kerok pisang secara halus. Hindari bagian tengah (biji) karena bisa menyebabkan bayi sembelit. Tuang ke dalam mangkuk bayi. Jika ingin yakin halus, bisa disaring dulu menggunakan saringan kawat.
Jika teksturnya kurang encer atau ingin menambah nilai gizi, bisa ditambah ASIP.

Bubur Tepung Saus Semangka (6+)

Bahan:
Tepung beras merah atau putih
Air matang
Semangka, saring

Cara membuat:
Larutkan tepung beras dengan air matang. Jerang di atas api kecil sampai mendidih dan kental.
Setelah agak dingin, tambahkan air semangka secukupnya hingga bubur mencapai kekentalan yang diinginkan.

Catatan:
Sebetulnya Kiara tidak begitu suka semangka. Entah kenapa ekspresinya suka aneh kalau mencicip buah yang satu ini. Kecuali kalau diberikan dalam bentuk potongan. Itu pun lebih karena bisa digigit, bukan rasanya. Jadi untuk mengakalinya, saya tambahkan saja semangka ke dalam bubur tepung. Alhasil, Kiara bisa menghabiskan bubur ini, hehehe.

Pure Wortel Tomat Jeruk (7+)

Bahan:
Wortel, kupas dan potong memanjang
Tomat merah
Air jeruk manis

Cara membuat:
Rebus wortel.
Setelah wortel matang, matikan api dan masukkan tomat merah. Biarkan sampai airnya dingin.
Kupas kulit tomat, potong dan buang bijinya.
Haluskan semua bahan dengan blender dan saring untuk menghindari potongan wortel yang tidak ikut hancur.

Pure Labu Kuning Kacang Hijau (7+)

Bahan:
Labu kuning, potong tapi bijinya jangan dibuang
Kacang hijau, rendam selama enam jam
Air matang

Cara membuat:
Kukus labu kuning hingga empuk. Setelah matang, buang biji dan bagian tengahnya lalu ambil dagingnya.
Rebus kacang hijau sampai pecah.
Haluskan kedua bahan tersebut dengan blender. Tambahkan air untuk memudahkan proses penghalusan. Saring menggunakan saringan kawat.

Bubur Jagung Ayam (8+)

Bahan:
Jagung manis, pipil dan blender atau bisa juga diparut
Daging ayam, cincang atau blender dengan jagung
Tomat, buang bijinya dan potong dadu kecil
Kaldu ayam

Cara membuat:
Buat dulu kaldu ayam. Rebus daging dada ayam bersama bawang putih, kunyit, lengkuas, bawang daun dan seledri.
Masukkan jagung manis halus dan daging ayam cincang ke dalam panci. Masak menggunakan kaldu ayam.
Saat bubur akan matang, masukkan potongan tomat.
Sebelum disajikan, saring menggunakan saringan kawat.

Bubur Merah Patin (8+)

Bahan:
Beras merah
Daging ikan patin, buang durinya dan suwir atau cincang
Kaldu ikan
Tahu, potong dadu kecil
Daun bayam, iris kasar

Cara membuat:
Buat dulu kaldu ikan: Rebus daging ikan patin bersama bawang putih, salam, sereh, kunyit, lengkuas, wortel, tomat.
Rebus beras merah hingga menjadi nasi aron. Masukkan daging ikan patin dan tahu. Masak menggunakan kaldu ikan. hingga beras menjadi bubur.
Matikan api, masukkan irisan daun bayam.
Untuk bayi yang belum punya gigi, sebelum disajikan, bubur diblender atau disaring dulu. Kalau sudah punya gigi, bisa diblender kasar.

Jangan protes kalau saya tidak memberikan takarannya. Berapa liter kaldu yang dibutuhkan atau berapa menit yang diperlukan untuk merebus bahannya, semuanya menggunakan insting belaka. Kalau kaldu kurang, tambahkan saja air. Kalau wortelnya masih keras, acara merebusnya pun bisa diperpanjang.

Dan kenapa saya hanya memberikan resep sampai delapan bulan? Karena Kiara baru menginjak sembilan bulan sekarang. Sedang GTM pula. Diberi makanan favoritnya pun Kiara tetap tidak mau makan. Jadi saya belum punya resep untuk dibagikan. Tapi secara garis besarnya, resep MPASI sembilan bulan ke atas hampir sama dengan delapan bulan. Pengolahannya saja yang berbeda. Kalau sebelumnya saya menggabungkan dan menghaluskan semua bahan yang digunakan, setelah Kiara berusia sembilan bulan ini, bubur, sayur dan lauknya saya sajikan terpisah. Selain itu, tidak ada penghalusan makanan lagi karena Kiara sudah punya gigi walau baru satu biji. Saya ingin membiarkannya belajar mengunyah. Lagipun, sudah waktunya bagi Kiara untuk mendapatkan makanan yang agak kasar. Namun tentu saja saya tidak memberikan potongan wortel yang besar dalam sayur beningnya. Sayuran dan daging akan saya cincang kasar dulu.

Perbedaan lainnya, saya ingin memberikan Kiara puding dan perkedel sebagai camilan. Semoga dia suka tanpa mengabaikan makanan utamanya. Semakin bertambah usia bayi, semakin beragam yang dimakannya. Dan sesungguhnya, membuat makanan bayi itu sangat menyenangkan 🙂

4 thoughts on “Inilah Makanan Favorit Kiara!

  1. Siti jubaedah

    Salam kenal bunda kiara.. Aq lg bingung ksh mpasi wt anak q umury 6bln19hri prtma ksh mpasi umur 5bln14hr cz kt ibu q anak q ky pgn mkn akhry tnp pngtahuan apapn aq ksh bubur instan selang 3mggu anak q skt pns tiap aq ksh mkn sllu enek n muntah n tidur’y jd ga nyenyak apa itu krna mpasi yg aq ksh lbh awal aq jd nyesel 🙁 smpe skrg anak q mkn’y sdkt.. Ada tmn yg ksh saran untuk gabung di hhbf wt liat resep2 untuk mpasi tp yg jd kendala adalh alat untuk mpasi jd bingung lg deh tp pas bca cerita’y bunda kiara aq semangat lg krn untuk buat mpasi g prlu peralatn yg mhl 🙂 oia bunda mau tnya apa boleh byi 6 bln dksh wortel kt’y ada kndungn nitrit’y ya.. N brp kali kiara dksh mkn dlm shri? Apa blh ksh mkn’y beda2 dlm shri.. Mf ya bunda bnyk tnya msh awam 😀

    Reply
  2. Rie Yanti Post author

    Bayi-bayi jaman dulu emang dikasih makannya lbh awal. Empat bulanan. Aku nggak tau efeknya MPASI lebih awal atau telat. Kalo anak mbak sakit atau muntah setelah dikasih makan, mending tanya aja ke dokter.

    Sayuran aku kasih pas Kiara tujuh bulan. Aku sih kasih dikit aja sekadar icip2. Soal berapa kali makan, tergantung anaknya. Kalo makannya dikit, bisa sering.

    Tenang aja, Mbak. Ngasih MPASI itu harus fun. Kalo anaknya nggak mau makan, boleh panik, tp jangan stres. Mungkin aja anaknya lg nggak enak badan. Kan kita nggak tau anak kita ngerasa sakit atau gimana.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *