Category Archives: literarie

cerita-cerita tentang buku dan kepenulisan

Kenapa Saya Malas Bergabung dengan Komunitas Menulis

Tahun 2009 lalu saya dan beberapa teman sesama penulis di Cicalengka mendirikan sebuah komunitas menulis. Kami biasa berkumpul saban hari Minggu di rumah salah seorang anggota. Kegiatan resminya yaitu mengujibacakan karya-karya pendek yang kami tulis, berupa cerpen, esey dan puisi, serta berdiskusi tentang dunia menulis.

Sebagai sebuah organisasi, kami memiliki beberapa cita-cita: ingin komunitas kami dikenal publik lebih luas lagi, menarik anggota lebih banyak lagi, dan membuat antologi. Bisa antologi cerpen, esey atau puisi. Selain itu, dengan adanya komunitas menulis ini kami ingin menunjukkan bahwa di kota kecil seperti Cicalengka pun kegiatan menulis bisa berkembang.

Continue reading

Buku-buku yang Berserakan di Pameran Buku

Di Bandung, dalam satu tahun pasti ada pameran buku. Lokasinya di Braga Landmark. Meski lebih dari 20 tahun tinggal di Bandung, cuma sekali saya ke acara itu. Saya rada males ke pameran. Kalau mau beli buku dengan harga murah, lebih baik ke Palasari atau Togamas.

Tapi, karena ada teman yang antusias banget ingin ke pameran tersebut, ditambah saya juga ingin tahu seperti apa gerangan pameran itu, akhirnya pada pameran buku Bandung Agustus 2010 kami ke sana. Benar dugaan saya, Braga Landmark penuh sekali. Kami ke sana sekitar pukul 10 pagi. Semakin siang, semakin banyak pengunjung yang datang. Apalagi itu hari Minggu. Hujan deras pula di luar.

Continue reading

Membaca Buku Apa Saja

Belakangan ini saya lebih banyak menulis untuk orang lain. Karena selera dan kebutuhan orang tidak sama, saya pun harus menghadapi permintaan klien yang beda-beda. Ada yang minta dibuatkan memoar, buku fiksi, atau konten web untuk keperluan bisnisnya.

Seringkali saya bingung dalam menggarap proyek-proyek tersebut. Misalnya saja ada klien yang minta dibuatkan tulisan berbasis bisnis. Saya tidak suka bisnis; tidak pernah saya membaca tulisan-tulisan tentang bisnis baik di koran maupun buku. Jadi ketika harus menggarap proyek tentang bisnis tersebut, matilah saya.

Continue reading