Category Archives: diarie

cerita keseharian atau opini tentang berbagai hal di luar kepenulisan

Minimal Rapi

Mengubah gaya hidup tidaklah mudah. Dulu saya pernah diet makanan ber-MSG dan mengurangi asupan gula pasir. Namun tidak bertahan lama. Saya kembali makan bakso dan membiarkan si abang tukang bakso menambahkan vetsin ke dalam porsi bakso pesanan saya. Pun saya kembali mengonsumsi gula pasir karena madu terkadang menimbulkan rasa aneh dalam teh hijau yang saya seduh. Sampai sekarang, saya tidak pernah diet apapun lagi. Saya makan dan minum apa saja yang saya mau.

Continue reading

Bus Kuning di Surabaya

Sudah membaca kumcer Bus Kuning?

Sebetulnya, bus kuning adalah sebuah bus di Universitas Padjadajaran, Jatinangor. Karena luasnya lahan perguruan tinggi itu, jarak antara gerbang dengan fakultas sastra atau antar fakultas jadi berjauhan. Karenanya ada moda transportasi di kampus. Salah satunya sebuah bus besar berwarna kuning.

Kiara berdiri di depan Bus Suroboyo.

Jarak antara gerbang kampus dengan fakultas sastra sebetulnya tidak begitu jauh, hanya jalannya menanjak. Membuat kami kerap ngos-ngosan kalau berjalan kaki. Nah, bus kuning adalah solusi supaya kami tidak kelelahan.

Continue reading

Perjalanan Menyusui Akira


Tumbuh di perut yang sama, lahir dari rahim yang sama, tidur di pangkuan yang sama, tidak menjamin Kiara dan Akira punya karakter yang sama. Dulu saya kewalahan menghadapi Kiara yang gemar begadang, tidak pernah puas menyusu, kelewat lincah apalagi kalau jalan-jalan di mal, bolak-balik mogok makan. Saya pikir, Kiara tergolong nakal. Namun setelah Akira tumbuh besar, persepsi saya pun berubah. Saya harus lebih ekstra sabar dalam menemani Akira tumbuh.

Akira, 1 tahun, badannya kuruuuus… sekali.
Read more