Bunga Tanaman Bahagia

Tanaman bahagia tidak bahagia. Ia baru saja menyadari eksistensinya di halaman sebuah rumah bersama tanaman hias lainnya. Tanaman bahagia semula merasa bahagia dengan khasiat dan keunikan daunnya. Ia mampu menyerap udara kotor sehingga udara di sekitarnya bersih. Daunnya yang bercorak juga menambah nilainya. Tidak heran kalau tanaman bahagia diminati banyak orang. Bahkan ada yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Lalu, apa pasal tanaman bahagia merasa tidak bahagia?

Begini, tanaman bahagia tumbuh di antara tanaman hias lainnya yang berbunga. Ada mawar, kembang sepatu, nusa indah, melati, bunga terompet, juga lidah buaya dan lidah mertua. Mereka semua mengeluarkan bunga yang beraneka ragam bentuk dan warna mahkotanya. Bahkan bunga mawar mampu menghasilkan aroma yang khas dan membuatnya disukai banyak orang.

Sementara tanaman bahagia tidak mengeluarkan bunga. Ia tahu, rekannya sesama tanaman bahagia yang ditanam di halaman rumah seberang mengeluarkan bunga. Bentuknya seperti jagung dan hanya ada satu mahkota berwarna putih yang menutupi sebagian permukaannya. Namun tanaman bahagia ragu. Itu seperti bukan bunga, pikirnya. Dan jika benar itu bunga tanaman bahagia, “Kenapa aku tidak mengeluarkan bunga seperti itu?” tanaman bahagia bertanya dalam hati.

Tanaman bahagia pun gelisah. Ia selalu memandang kawan-kawannya sebangsa tanaman hias dengan iri. Mereka tampak cantik dan menarik, sedangkan dirinya biasa-biasa saja. Batangnya tumbuh jangkung dan kurus dengan garis-garis bekas daun yang menggurat. Daunnya juga cuma beberapa helai, meski coraknya cukup menarik juga. Yang lebih parah, tanaman bahagia tidak beranak. Pernah muncul tunas, tapi tidak lama kemudian tunas itu mati. Mungkin gara-gara stres memikirkan dirinya, tanaman bahagia jadi mandul.

“Tuhan, aku ingin seperti mereka,” doa tanaman bahagia suatu hari saat gerimis turun.

Tapi setelah ratusan kali mengucap doa, Tuhan tidak kunjung mengabulkan doa tanaman bahagia.

“Kenapa, Tuhan? Apa aku salah ingin menjadi seperti mereka yang mampu berbunga?” Tanaman bahagia bertanya pada Tuhan. Tuhan tidak menjawab begitu saja. Ia sepertinya lebih suka membiarkan tanaman bahagia menemukan jawabannya sendiri.

Tanaman bahagia hampir putus asa. Ia bahkan berpikir untuk mati saja. Namun mawar, kembang sepatu, dan teman-temannya sesama tanaman hias mencegahnya. “Kamu tidak boleh putus asa begitu. Kamu harus tetap hidup,” kata mereka. “Pasti ada cara lain untuk membuatmu tampak lebih menarik lagi. Kamu hanya belum menemukannya. Ingatlah, namamu bahagia. Kamu akan selalu bahagia.”

Kendati belum bisa mempercayai kata-kata teman-temannya, tanaman bahagia akhirnya mau meneruskan hidupnya.

Dari hari ke hari, tanaman bahagia mencari cara supaya dirinya terlihat lebih menarik lagi. Tanaman hias yang lain membantunya. Mawar, dengan bantuan angin, menaburkan beberapa helai mahkotanya ke daun tanaman bahagia. Tujuannya supaya tanaman bahagia tidak berwarna hijau tok, melainkan ada sedikit hiasan berwarna merah jambu. Tanaman bahagia senang, tapi tidak lama. Karena ia tahu, mahkota mawar bukanlah bagian dari dirinya.

Pada suatu hari, tanaman bahagia memainkan daun-daunnya. Arah mekarnya tidak beraturan. Ada yang ke depan, belakang, kiri, kanan. Seperti mengikuti seluruh penjuru mata angin. Kemudian, tanaman bahagia mengangkat daun-daun itu hingga mereka hampir menyelubungi daun baru yang masih kuncup.

“Kamu seperti bunga!” seru lidah buaya.

Tanaman bahagia bengong. Benarkah? tanyanya dalam hati. Antara percaya dan tidak.

Tanaman hias lain memandangnya. Mata mereka mengisyaratkan kekaguman. “Benar, kamu seperti bunga,” kali ini kembang sepatu yang berseru dan langsung diiyakan oleh tanaman hias lain.

Mendengar teman-temannya berkata demikian, muncul rasa percaya pada diri tanaman bahagia. Ia ternyata bisa membuat bunga sendiri! Ia hanya perlu melatih otot-otot daunnya supaya bisa terus membentuk bunga seperti itu.

Beberapa hari kemudian, tanaman bahagia “berbunga”. Daun-daunnya mampu mempertahankan bentuk bunga seperti yang diinginkan tanaman bahagia. Tanaman bahagia pun sekarang benar-benar bahagia. Ia menyadari, kebahagiaan tidak muncul saat menerima, tetapi ketika berhasil melakukan sesuatu yang diinginkannya.

1 thought on “Bunga Tanaman Bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.