Kaca

Serpihan kaca yang berserak di atas tanahBerkilau ditempa pelitaSudutnya yang tajam membuatku waspadaKaca akan melukai jika ia terluka

memotret hujan

Berulang kali kucoba memotret hujan. Tapi hujan tak mau dipotret. Setiap kali melihat kameraku, ia panik. Hujan turun cepat-cepat, bersembunyi di pohon, masuk ke dalam tanah, mengalir di sungai hingga samudera. Aku tak mampu mengejarnya. Sering aku memanggil hujan, berharap ia muncul di hadapan kameraku dan berpose bak model. Dasar sombong! Hujan selalu menghindar. Dipanggilnya kilat dan petir agar aku […]

Nol

Nol lahir tanpa ujung dan sudut. Tidak ada awal dan sulit menentukan di mana ia berakhir. Nol tidak menghadirkan perhentian maupun persinggahan. Nol adalah siklus, repetisi. Mungkin karena sifat repetitifnya itu, tidak ada lagi nilai yang bisa kita lihat. Pengulangan mengundang kejenuhan. Dan kejenuhan adalah pangkal ketidakpedulian. Nol adalah suaka. Ia membatasi apa yang di luar dan di dalam. Namun […]

Gadis Pemimpi

Gadis itu tersenyum. Bukan pada matahari sore. Bukan pula pada ilalang di sekitarnya. Gadis itu tersenyum pada langit di belakang matahari. Pada jingga yang menyebar dan perlahan sirna. Pada aroma rumput yang menguap ditelan malam. Pada dunia yang tak mampu kaujamah.

Melihat dengan Hati

Iseng-iseng saya buka blog lama saya, Cerita Rie. Blog yang pertama kali saya buat secara gratisan. Blog yang semula tidak ubahnya mainan baru yang saya mainin setiap hari. Bikin aneka macam postingan, mulai dari tulisan serius, cerita lucu(-lucuan), puisi yang sok puitis, juga foto nggak penting. Tidak ketinggalan gonta-ganti template. Atau blogwalking dan punya teman baru. Mendadak saya seperti punya […]